Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Puasa. Show all posts
Showing posts with label Puasa. Show all posts

Mengapa Kurma Menjadi Andalan Buka Puasa?

Friday, 27 August 2010

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSn_R4k_KXBV8aTh1ULDH00gZtdRDfs_2gJH8LHmqe9okw30NZM3m4eSQJaSnI_pJ2BMrd3qlfxMbLp5zzOCp0ztaSFW6jltcF5fw5CiNH0XSraAb6C_YUmV6kcIoe5r3uneXIV-KgbIkp/s320/kurma+ajwa.bmp
Metrogaya - Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.

Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman Glamour.com, rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwnMsi_GzhM7-GwxqS3jZ_wLzxxl4beiE5HFPv1m2eT-aFx11-MpucM6kSt1h_qCV0LuTqS9FvatX7K-uBHNVpgWVNX1nVhfvJz9oRTkIOa-FB9vBUqpu77QRrztlb3sxvmPDcp70AXYTq/s400/kurma001
Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.

Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.


source: metrogaya.com/home/keajaiban-kurma



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Hidangan Sahur Yang Tepat

Thursday, 19 August 2010

Karbohidrat banyak terdapat dalam makanan pokok, seperti nasi, mi, roti, dan umbi-umbian. Setiap kali kita makan, karbohidrat segera diubah menjadi gula darah (glukosa), yang merupakan sumber energi siap pakai bagi tubuh. Saat berpuasa persediaan gula darah bisa menipis karena tubuh tidak mendapatkan pasokan karbohidrat. Pada orang yang sensitif, kekurangan gula darah (hipoglikemia) ringan ini menimbulkan rasa lapar, lesu, lemas, bahkan pusing.

Gejala seperti ini lazim dialami pada masa awal puasa dan biasanya tubuh akan segera menyesuaikan diri. Namun bila rasa lemas dan kurang bertenaga tidak hilang, bahkan berlangsung sepanjang masa puasa, ada kemungkinan karena pola makan yang salah selama berpuasa. Bisa jadi karena konsumsi karbohidrat pada saat sahur berlebihan. Kemungkinan lain, makanan selama masa puasa kurang mengandung zat besi.

Karbohidrat mudah diubah menjadi glukosa. Karena itu, konsumsi karbohidrat berlebihan mudah membuat tubuh kebanjiran gula darah. Kondisi ini sering mengecoh hormon insulin bekerja ekstrakeras untuk menguras melonjaknya kadar gula darah, lalu membawanya ke hati untuk disimpan. Namun kerja keras insulin si penjaga stabilitas gula darah ini, justru membawa sengsara karena membuat kita lemas kurang tenaga.

Nah, agar tetap bertenaga selama berpuasa, hindari mengkonsumsi karbohidrat berlebihan pada saat sahur. Makanlah nasi atau makanan pokok lainnya dalam jumlah yang wajar, tapi tingkatkan konsumsi makanan sumber protein. Seperti daging, ikan, telur, udang, hati, tempe, tahu, kacang-kacangan. Sesaat menjelang imsak bisa ditambah dengan minum segelas susu. Pilih susu nirlemak/skim jika Anda mengalami masalah kegemukan.

Pemecahan protein menjadi sumber energi berjalan lamban, sehingga kadar normal gula darah bisa lebih terjaga. Dengan mengatur pola konsumsi cukup karbohidrat, tapi tinggi protein, tubuh akan bertahan tetap segar sepanjang hari. Kalau ternyata perbaikan pola makan ini tidak membantu, perhatikan kecukupan zat besi makanan Anda.

Rendahnya asupan zat besi bisa menjadi penyebab tubuh lesu tak berkesudahan. Hal ini mungkin saja terjadi jika kita kurang menghiraukan mutu gizi makanan selama berpuasa. Karena rasa capek dan mengantuk, tanpa sadar kita sering malas makan sahur dengan baik. Padahal, cukup banyak makanan murah yang kaya zat besi, seperti tempe, oncom, kacang-kacangan, teri kering, sayuran daun hijau. Dan juga hati serta daging.

Buah-buahan segar hendaknya tidak dilupakan. Selain bermanfaat sebagai pencuci mulut, buah segar kaya vitamin C yang dapat memacu efektivitas penyerapan zat besi. Seperti jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas. Beberapa “buah kampung” yang harganya relatif murah pun cukup banyak yang kaya vitamin C, antara lain mangga muda, gandaria, kemang, bacang, kedondong. Santap sebagai lalap, campuran sambal, atau dibuat acar.

Jangan meninggalkan sahur, karena sahur sama kedudukannya dengan sarapan lebih dini. Tanpa sahur, kadar normal gula darah hanya sanggup bertahan 2 – 3 jam sejak bangun tidur. Setelah itu, simpanan sumber tenaga mulai menurun drastis.

Jika tak memungkinkan sahur dengan makanan lengkap, selalu bisa disiasati dengan menyantap makanan darurat yang praktis, namun cukup kalori dan kaya protein. Kalau perlu tanpa harus dimasak. Misalnya, hamburger. Cukup olesi setangkup roti dengan saus, sisipi daun selada, irisan tomat, daging burger siap santap, dan nanas cincang jika suka. Lebih baik jika ditambah selembar keju. Kalau tidak, ganti keju dengan minum segelas susu, tanpa tambahan gula.

Minum air putih semampunya pada saat sahur, tapi jangan sampai membuat kekenyangan. Dengan minum air putih yang mencukupi dapat mencegah kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), sehingga badan bisa tetap segar. Batasi makanan-minuman manis pada saat sahur karena gula justru akan memboroskan sediaan energi. Gula hanya membuat kita segar sesaat, tapi setelah itu tubuh akan segera layu.




DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Hidangan Buka Puasa Yang Tepat

Santapan kaya karbohidrat sederhana dan terbuat dari tepung bisa segera memulihkan tenaga dan kesegaran tubuh. Gula dan tepung merupakan bahan bernilai glikemik tinggi. Artinya, kandungan karbohidrat dalam makanan tersebut tergolong yang mudah diubah menjadi gula darah. Karena itu, mengawali buka puasa dengan santapan manis selalu dianjurkan. Misalnya, teh manis dan kurma. Setelah itu, mengudap cendol, bubur manis, talam manis, kue lapis, atau kudapan manis lain yang terbuat dari tepung.

Sebaiknya hindari membatalkan puasa dengan makan-minum berlebihan agar tidak mengejutkan alat pencernaan. Santapan bersuhu ruangan atau suam-suam kuku lebih baik karena relatif sama dengan suhu tubuh. Hindari makanan-minuman bersuhu ekstrem, yang panas sekali atau dingin sekali seperti es. Jika pencernaan Anda bermasalah, misalnya sakit mag, jauhi kudapan terbuat dari ketan/tepung ketan, seperti wajik, bubur candil, kue bugis.

Acara makan lengkap dan mengudap yang mengenyangkan bisa dilakukan seusai salat Mahgrib atau tarawih. Inilah waktu makan malam Anda yang panjang. Biasakan makan secara terkontrol, baik jenis bahan maupun jumlahnya. Sudahkah sajian di piring Anda terdiri atas hidangan 4 sehat, yakni nasi, sayuran, dan lauk-pauk, dilengkapi buah segar? Lebih baik berhenti makan sebelum batas kenyang agar tubuh bisa menyerap zat gizi secara efektif.

Sahur diharapkan dapat menyumbang 1/3 kebutuhan energi sehari. Nah, pada saat berbuka dan sepanjang waktu “makan malam” ini kita harus melunasi sisanya, yakni 2/3 kecukupan energi. Secara rata-rata, kebutuhan energi sehari bagi pria dapat dipenuhi dari 1.000 gram nasi, sedangkan untuk wanita 600 gram nasi (1 gelas nasi = 150 g). Tentu saja, banyaknya konsumsi kudapan manis membuat patokan tersebut menyusut.

Selama saat makan malam yang panjang ini pasokan air minum hendaknya diperhatikan pula. Guna melakukan kegiatan rutin harian, setiap orang rata-rata menghabiskan 2.000 Kalori (untuk wanita) hingga 2.500 Kalori (pria). Untuk menggantikan setiap 1 Kalori energi diperlukan asupan air 1 ml. Dengan demikian, sejak saat berbuka hingga sahur kita harus minum sedikitnya 2.000 – 2.500 ml (1 gelas = 250 ml), agar tubuh tetap segar sepanjang hari.




DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Tips Menu Sehat saat sahur dan berbuka puasa

Wednesday, 18 August 2010

Kebutuhan tubuh kita akan asupan makanan dan minuman itu berbeda antara sahur dan buka puasa. Saat sahur, lengkapnya menu makanan (4 sehat 5 sempurna) lebih penting daripada mengenyangkan perut. Saat berbuka puasa, makan sedikit demi sedikit lebih bagus daripada makan banyak sekaligus. Kalau untuk sahur sebaiknya minum air putih, maka sewaktu berbuka sebaiknya minum yang manis! Inilah diantara perbedaan menu sehat antara sahur dan buka puasa.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai kesamaan dan perbedaan menu sehat antara sahur dan buka puasa, silakan simak penjelasan berikut ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Makanan merupakan sumber energi. Selama berpuasa, orang membutuhkan energi dari Subuh hingga Maghrib. Namun, karena asupan makanan tidak ada selama puasa, maka sumber energi didapatkan dari makanan yang masuk selama berbuka puasa hingga sahur. Untuk itulah, asupan makanan selama berbuka sampai sahur itu haruslah mengandung sumber energi yang
cukup untuk cadangan pembakaran di siang hari.

Saat sahur, pakar nutrisi Ir Marzuki Iskandar MTP menyarankan agar menu makanannya lengkap, yaitu nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah. Makanan juga secukupnya saja sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. ”Suplemen boleh dikonsumsi hanya bila dirasakan perlu, misalkan badan terasa mulai sakit atau aktivitas fisik yang sangat padat.”

Sempurnakan makan sahur dengan segelas susu, begitu sarannya. Mengapa bukan teh manis? Teh manis boleh, katanya, tapi jangan terlalu banyak, karena akan membuat orang lebih sering buang air kecil, karena teh bersifat diuretika.

Terlalu banyak membuang kemih, sementara tak ada asupan air selama lebih dari 10 jam, kurang menguntungkan bagi tubuh. “Kuncinya, minumlah air putih yang cukup pada saat sahur.”

Dia juga menyampaikan tips lainnya untuk menu bersahur. Pilihlah makanan yang bertahan lama dalam lambung agar asupan energi selama puasa dapat terpenuhi. Caranya adalah perbanyak sayur dan buah, makanan sumber karbohidrat kompleks (beras merah), dan kacang-kacangan yang bisa mengikat air di dalam tubuh selama puasa. ”Hindari bumbu yang terlalu merangsang dan pedas.”

Pada saat berbuka puasa, Marzuki menekankan agar dilakukan segera sesaat azan Maghrib berkumandang. Menyegerakan berbuka itu, sambungnya, bertujuan agar gula darah yang berkurang selama berpuasa, dapat segera digantikan dengan makanan yang mengandung gula.

Kenapa harus manis? Soalnya, gula bisa cepat diproses menjadi energi.

Hindari pula ‘lapar mata’ untuk segera makan makanan besar. Jadi, berbukalah dengan sedikit makanan manis, misalkan tiga butir buah kurma dan segelas air. ”Jangan berbuka dengan makanan berat dan lengkap, karena akan membebani pencernaan dan membutuhkan waktu yang lama untuk memproses makanan ini menjadi energi.”

Mengenai makanan manis, ahli gizi ini menambahkan agar menunya tidak terlalu manis dan berlemak. ”Makanan jenis ini dapat membuat perut kaget. Selain itu, hindari minuman dingin saat berbuka, karena air dingin mudah membuat orang terserang radang tenggorokan. Jadi, awali dengan minuman hangat sebelum mengonsumsi makanan berat.”

Setelah berbuka, Marzuki menyarankan untuk mengistirahatkan pencernaan selama satu jam agar organ itu bisa menyesuaikan kembali dengan makanan. Setelah tarawih, barulah bisa mengonsumsi makanan lengkap dengan menu yang komplit. Menjelang tidur, diperbolehkan untuk menyantap makanan ringan atau buah secukupnya.

Dia menjelaskan, porsi makan pagi selagi tidak berpuasa, dapat diartikan sebagai makan saat berbuka. Makan siang disamakan dengan makan sahur, dan makan malam disamakan dengan menu lengkap setelah shalat tarawih.

Porsi makan berbuka hanya 20-25 persen dari asupan energi, misalkan menunya hanya buah, minuman, dan roti. Pada makan sahur, porsinya adalah 40 persen dari kebutuhan energi sehari dengan menu lengkap (nasi, lauk-pauk, sayur, buah, dan susu). Menu setelah shalat tarawih, sama porsinya dengan makanan sahur, yaitu 40 persen dari total kebutuhan energi sehari.




DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Tips Menjaga Kebugaran Tubuh Selama Puasa

Selama puasa, ada beberapa “godaan” yang dapat mengganggu kebugaran tubuh. Di antaranya: nafsu “balas dendam” ketika berbuka, lemas saat berpuasa, bau mulut, sembelit (sulit buang air besar), dan merasa kekenyangan sewakt sahur. Di samping mengganggu kesehatan tubuh, semua itu bisa pula mengusik kekhusyukan dalam menjalankan ibadah puasa. Bagaimana mengatasinya? Ternyata caranya ringan dan mudah. Berikut ini penjelasannya.

Mengatasi Lima “Cobaan” Puasa

15/08/2010 16:13 | Tips

Liputan6.com, Jakarta: Bulan Ramadan merupakan kesempatan bagi muslim seluruh dunia untuk meraih pahala melalui ibadah puasa. Agar ibadah tersebut berjalan lancar, terapkanlah strategi pola makan sehat dan tepat. Persisnya, untuk mengatasi lima “cobaa” puasa.

1. “Kalap” ketika Berbuka

Aksi “balas dendam” kerap dilakukan secara tidak sadar ketika berbuka puasa. Padahal, puasa melatih seseorang lebih bersabar menahan diri, termasuk nafsu menyantap makanan berlebihan. Pilihlah minuman dan makanan yang memiliki asupan elektrolik tinggi untuk menimalisir efek dehirasi. Makananlah secukupnya dan pilihlah buah-buahan sebagai pencuci mulut, hal ini dapat mengurangi “efek” bobot berlebih alias kegemukan usai berpuasa.

2. Lemas saat Berpuasa.

Dengan berpuasa kerja organ tubuh “diistirahatkan” selama 12 jam lebih. Alhasil, tubuh Anda secara otomatis beradaptasi menjadi mudah lemas dan mengantuk, terutama di minggu pertama puasa. Mengatasinya, konsumsilah makanan suplemen saat sahur seperti Vitamin C dan vitamin B, atau multivitamin yang mengandung zinc dan selenium. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk memilih suplemen yang tepat.

3. Bau Mulut.

Aroma mulut yang kurang sedap kerap menjadi tantangan tersendiri saat berpuasa. Larangan minum membuat tubuh mengalami dehidrasi dan rongga mulut menjadi kering. Alhasil kadar air liur atau saliva mengalami penurunan dan membuat bakteri dalam mulut mudah berkembang biak. Santaplah menu makanan yang mengandung seledri, keju, jamur shiitake (sejenis jamur), dan biji wijen. Bahan tersebut mampu melindungi rongga mulut dan membunuh bakteri yang menimbulkan bau tidak sedap.

4. Sembelit atau Konstipasi.

Jeda waktu makan antara saat sahur dan berbuka membuat organ dalam saluran pencernaan memiliki waktu istirahat banyak. Kondisi ini menyebabkan daerah usus tidak berkontraksi, sehingga bisa menimbulkan sembelit atau susah buang air besar. Mengantisipasinya, perbanyaklah minum air putih, serta makan sayur dan buah-buahan.

5. Merasa Kenyang saat Sahur.

Kebiasaan mengemil setelah berbuka atau usai salat Tarawih kerap datang menggoda. Terlebih lagi, jika saat berbuka “kalap” dan menyantap makanan sebanyak mungkin. Hal itu menyebabkan perut terasa kenyang saat waktu sahur tiba. Makanlah secukupnya.
source : pedomanpuasa.wordpress.com/2010/08/15/tips-menjaga-kebugaran-tubuh-selama-puasa/



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Resep Makanan Bulan Puasa : Es Blewah

Bahan :

1 buah Blewah
nata de coco secukupnya
sirup vanili secukupnya
es batu

Cara membuatnya :
Belah blewah, kumpulkan bijinya dalam satu wadah lalu saring dan ambil sarinya.
Kerok daging blewah lalu campurkan dengan sari blewah, nata decoco, sirup dan es.
Sajikan dingin.

Sumber: cateringbali.com/es-blewah/




DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: