Sejarah Alat Tulis Pensil Dan Penghapus
Perahu Naga, Si Penyumbang Emas Pertama Untuk Indonesia

Perayaan perahu naga selalu menjadi simbol dalam semangat dan kebudayaan bangsa Tionghoa. Merupakan salah satu dari perayaan besar bangsa Tionghoa yang diadakan setiap tahun, dan saat ini bisa disaksikan dari seluruh penjuru dunia. Berpartisipasi dalam perayaan perahu naga, baik sebagai peserta ataupun penonton, merupakan sesuatu yang menyenangkan dan dapat dinikmati oleh setiap orang.
Agan dapat menyaksikan perahu-perahu yang beraneka warna, dengan dihiasi kepala naga, ekor naga dan lukisan sepanjang badan perahu. Agan dapat menyaksikan para peserta yang berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang pertama sampai pada garis akhir. Penonton yang berteriak dan memberi semangat bagi perahu pilihan mereka, sementara itu pemukul gendang memukul gendangnya dan berteriak untuk memberikan semangat dan menyelaraskan irama dayung bagi setiap peserta dalam perahunya. Perayaan ini jangan diharapkan sebagai suatu perayaan yang tenang, namun sebuah perayaan yang ceria dan menyenangkan, sebuah pesta besar.
Untuk mengetahui asal usul dari perayaan perahu naga ini banyak yang tidak atau kurang mengetahuinya. Bahkan banyak orang hanya mengatakan asal usulnya adalah “pada jaman dahulu kala”.
Sebenarnya asal usul perayaan perahu naga ini bermula dari sekitar 2000 tahun yang lalu ketika para penganut kepercayaan yang ada mempercayai bahwa pertandingan perahu dapat membawa kemakmuran dan kesuburan tanaman.
Perayaan mengambil waktu pada saat musim panas, waktu dimana banyak terjadi bencana dan kematian, dan dimana manusia merasa tidak berdaya atas kekuasaan alam. Pertandingan itu menjadi simbol atas perlawanan manusia menghadapi alam dan pertarungannya melawan musuh-musuh.
Ada pula beberapa kisah yang mendasari asal muasal perayaan ini, seperti kisah Qu Yuan dan Cao-E.
Perayaan perahu naga dirayakan pada saat “lima dari lima”, yaitu hari ke-lima dari bulan ke-lima penanggalan Cina. Merah mendominasi warna dari perahu yang bertanding, karena merah adalah warna dari angka lima dan merupakan simbol dari panas, musim panas, dan api. Panjang dari perahu naga antara 30 sampai 100 kaki, dan cukup lebar untuk menampung dua orang secara sejajar.
Beberapa ritual asli masih dilakukan sampai saat ini, seperti “membangunkan sang naga” dengan memberikan tanda titik pada kepala naga disetiap perahu. Perayaan ini dilakukan untuk memberikan berkah kepada daerah sekitar, para perahu yang bertanding, dan para pesertanya. Juga memberikan para perahu dan pesertanya kekuatan dari sang Naga dan berkah dari Dewi Laut.
Sekalipun demikian, banyak yang sudah berubah dalam perayaan itu. Seperti para penonton tidak lagi melemparkan batu kepada perahu saingannya, dan tidak lagi menenggelamkan satu orang, yang mengejutkan adalah pengorbanan itu dahulu dianggap sebagai pengorbanan terhadap dewa dan sebagai tanda keberuntungan.
Perayaan perahu naga saat ini lebih banyak berfungsi sebagai hiburan. Tidak lagi diperuntukkan bagi mengusir kejahatan dan mendatangkan tahun yang baik, tetapi bagi memberikan sedikit hiburan dan pendidikan kepada rakyat tentang sejarah dan kebudayaan bangsa Tionghoa.
Sekarang tidak lagi seperti dahulu, yang mana sangat ketahyulan, namun tetap terdapat kegembiraan dalam perayaan tersebut.
Cabang olahraga Perahu Naga (Dragon Boat) semula akan dicoret dari daftar kontingen Indonesia karena pesimis menang dan terlalu banyak personel. Tapi tim perahu naga tanah air membuktikan bahwa mereka bisa!!!.
Labels:
artikel,
berita,
Emas,
info,
informasi,
Naga,
Penyumbang,
Perahu,
Sejarah
0
comments
Sejarah Gay dan Waria Dari Dulu Hingga Sekarang
Anda mungkin sudah sering sekali mendengar kata Waria/ banci, tetapi sudahkah anda tahu arti dari kata tersebut dan dari manakah waria / banci berasal?, dan pernahkah hal tersebut terlintas dipikiran anda?. Coba anda simak artikel saya di bawah ini.1978
Istilah wadam diganti menjadi waria karena keberatan sebagian pemimpin Islam, karena mengandung nama seorang nabi, yakni Adam a.s.
1981:
Dari tahun 2001 sampai 2003 masalah HAM terhadap kaum maksiat ini semakin diperdebatkan akibat dari rasisme, dan diskriminasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang menentang. Hal ini semakin jelas, pada saat Brasil mengusulkan kepada Komisi Tinggi PBB untuk HAM agar orientasi seksual dimasukkan sebagai salah satu aspek HAM. Pengambilan keputusan ditunda. Dalam prosesnya, Vatikan mendesak pemerintah-pemerintah Amerika Latin lainnya untuk menentang usulan ini.
Dalam artikel yang saya buat kali ini memang lebih cendrung terhadap penyimpangan yang dilakukan oleh laki-laki dari pada perempuan. Hal tersebut dikarenakan lebih banyak penyimpangan gender yang dilakukan lelaki dari pada perempuan.
Sekarang anda sudah tahukah bukan kalau Kegiatan Homoseksual tersebut merupakan salah satu faktor awal yang memicu penyakit HIV/ AIDS. Penyakit ini bertanggung jawab atas hilangnya jutaan nyawa manusia, dan jutaan masa depan manusia di dunia ini. Oleh karena itu saya sendiri tidak melegalkan/mengakui kegiatan homo. Mengapa?, karena hal tersebut bisa mempengaruhi kaum-kaum muda untuk ikut terjerumus dalam hal tersebut. Dalam beberapa kasus penyimpangan gender sering kali terjadi akibat lingkungan yang mendukung, contohnya seperti : lingkungan yang dikelilingi waria/ homo, lingkungan tersebut dapat merubah orang normal menjadi Waria / Homo.
source: danish56.blogspot.com/2010/11/sejarah-asal-usul-gay-dan-waria-sampai.html
Sejarah Pornografi, Zaman Purba Hingga Modern
Pornografi sering digambarkan sebagai penyakit masyarakat masa kini, sebuah bukti dari kemerosotan moral di era modern.
Bintang porno Jepang, Maria Ozawa
Bagaimanapun pembagian periodesasi sejarah, keberagaman materi pornografi secara historis menunjukkan bahwa manusia akan selalu tertarik pada gambaran seksual.
"Seks memainkan peran super-penting dalam kehidupan manusia dan pola relasi mereka," kata Seth Prosterman, ahli seksologi klinis dari San Francisco, seperti dimuat situs LiveScience.
"Apapun yang terkait atau dilakukan manusia soal seks selalu menimbulkan rasa ingin tahu dan ketertarikan."
Representasi erotisme yang kali pertama dikenal manusia -- meski mungkin tidak porno -- ada sejak 30.000 tahun lalu. Di masa Paleolitikum, manusia memahat ukiran buah dada besar atau perempuan hamil dari kayu atau batu.
Para arkeolog meragukan itu adalah 'figur Venus' yang berkaitan dengan seksualitas. Diduga kuat, pahatan itu adalah ikon religius atau simbol kesuburan.
Kemudian, pada masa Yunani dan Romawi kuno, sudah ada patung-patung bertema homoseksualitas, juga termasuk patung-patung yang menaggambarkan hubungan seksual tak wajar.
Di India, pada abad ke-2 terbitlah buku panduan tentang hubungan seksual yang tetap tenar hingga saat ini, Kama Sutra. Sementara masyarakat kuno Perum Moche, menorehkan imej seksual dalam kerajinan keramik. Beda lagi dengan kaum aristokrat Jepang di abad ke-16. Mereka biasa membaca bacaan erotis yang ditulis di lembaran kayu tipis.
Di dunia Barat masa lalu, beberapa material erotis lebih bersifat politis, dari pada pornografi. Demikian menurut Joseph Slade, profesor di Ohio University.
Di masa revolusi Perancis, kerap dijumpai satir menyindir para aristokrat dengan pamflet seksual. "Lebih mengarah pada caci maki politis yang dikamuflasekan menjadi pornografi," kata Slade.
Kelahiran pornografi
Gagasan porno mulai menyebar pada tahun 1800-an. Namun, Penerbitan novel erotis justru lebih cepat, pada pertengahan 1600-an di Prancis.
Sementara, novel porno berbahasa Inggris pertama diketahui berjudul "Memoirs of a Woman of Pleasure" dipublikasikan pada 1748.
Teknologi menjadi pendorong pornografi. Pada 1839, Louis Daguerre menemukan daguerreotype -- versi primitif dari fotografi. Media ini juga dimanfaatkan untuk pornografi. Karya 'jorok' pertama daguerreotype yang selamat dari jamannya bertahun 1846.
Pornografi kemudian memanfaatkan teknologi video. Pada 1896, para pembuat film di Prancis membuat klip bisu erotis berjudul "Le Coucher de la Marie."
Dalam waktu yang lama, konten dalam film porno relatif stagnan, baik dalam isi maupun kualitas. Perubahan terjadi pada tahun 1970-an -- saat kultur masyarakat mulai membuka ruang untuk film-film yang lebih 'eksplisit'.
Internet dan penemuan kamera digital membuat pornografi makin meraja lela. Makin mudah untuk membuat film atau klip porno. Dan banyak situs web yang ditujukan khusus untuk para pembuat film porno non-profesional alias amatiran.
Pergeseran dari menonton ramai-ramai ke individual -- dengan cara menyewa film atau download video mengubah tipe adegan yang ditampilkan di layar.
Pada tahun 1994 Carnegie Mellon meneliti soal pornografi dalam komputer Bulletin Board Systems -- pendahulu World Wide Web (www). Ia menemukan 48 persen konten pornografi yang diunduh dari komputer jauh dari 'seks normal' -- melainkan kebrutalan, incest, bahkan pedofilia.
Saat ini, pornografi makin marak di internet, namun seberapa besar industri pornografi tak bisa diukur. Tak ada catatan resmi.
Pada tahun 2007, menurut editor senior Adult Video News, Mark Kernes, penjualan ritel pornografi mencapai US$ 6 miliar per tahun.
Namun, angka itu banyak diperdebatkan. Sebab, angka itu belum menghitung video amatir yang diunggah ke internet.
Terlepas dari berapa banyak uang yang dihasilkan, pornografi memang menarik. Sebuah studi yang dilakukan di AS pada 2008, dengan responden 813 mahasiswa, menunjukkan 87 persen pria dan 31 persen wanita adalah pengguna pornografi.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Adolescent Research.
Dampak pornografi
"Para pembuat pornografi selalu merasa perlu untuk membuat sesuatu yang baru, yang menarik," kata Chyng Sun, profesor telaah media pada New York University.
Dengan menganalisis film porno laris, Sun telah menemukan bahwa agresi fisik dan verbal hadir di 90 persen dari mainstream adegan porno. Film disutradarai oleh perempuan kemungkinan mengandung agresi dari pada film yang disutradarai oleh laki-laki. Ia menuliskan laporan ini dalam jurnal Psychology of Women Quarterly.
Sun mengatakan, gambaran agresif ini berbahaya bagi kehidupan seksual masyarakat dan mengarah pada stereotip negatif tentang perempuan.
Namun tak semua ahli setuju. Seksolog dari San Francisco, Prosteman berpendapat, para peneliti gagal menarik hubungan langsung antara pornografi dan perilaku seksual kriminal.
Kata dia, pornografi adalah salah satu cara bagi orang untuk mengeksplorasi hasrat seksual mereka sendiri.
Adu pendapat soal pornografi bukan hanya di masa kini. Perdebatan telah berlangsung setidaknya sejak era Victoria.
Labels:
artikel,
berita,
info,
informasi,
Modern,
Pornografi,
Purba,
Sejarah,
Zaman
0
comments
Sejarah RT (ReTweet) dan penggunaannya
Tujuan dari tulisan ini ada dua:
1. Tujuan umum: buat menambah khasanah pengetahuan tentang twitter bagi siapa pun yang berminat.
2. Tujuan khusus: kalo besok-besok ada orang yang mau tanya-tanya tentang RT gue tinggal kasih link ke postingan ini aja, hehehe..
Mari kita mulai.
RT adalah singkatan dari 'ReTweet'; bukan 'Reply To'. Awalnya twitter adalah sebuah layanan mikro blog. Jadi sebuah tweet bisa dikategorikan sebagai kekayaan intelektual (karya cipta). Dengan begitu, meng-copy sebuah tweet tanpa mencantumkan sumbernya bisa disamakan dengan mencuri. Nah, kalau ada tweet yang bagus, dan ingin kita sebarkan (via twitter), bagaimana caranya (agar tidak dianggap mencuri karya orang lain)? Disinilah muncul istilah ReTweet yang disingkat 'RT' (biar irit karakter). Fungsinya menyebarkan kembali sebuah tweet lengkap dengan informasi kita mengutip tweet tersebut dari siapa.
Contoh: @Lendra nge-tweet:
Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat.
Nah, @Bayu yang ingin menyebarkan tweet tersebut ke followersnya akan nge-tweet:
RT @Lendra : Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat.
Apa yang di-tweet oleh @Bayu (kasarnya) bisa diartikan begini: menurut info yang saya dapat dari @Lendra, Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat .
Format RT ini kemudian disepakati secara informal oleh para pengguna twitter untuk melakukan ReTweet.
Sampai disini, yang perlu dipahami adalah ReTweet harus dilakukan secara manual. Kalau @Bayu ingin mengutip tweet dari @Lendra tadi, maka @Bayu harus mengetik "RT
Misal, jika tweet @Bayu seperti ini:
di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung RT @Lendra: Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat
(kasarnya) bisa kita artikan sebagai @Bayu ingin memberitahu bahwa Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung.
Apakah yang @Bayu lakukan adalah contoh salah dari penggunaan RT?
Bukan, karena:
1) @Bayu melakukan RT bukan untuk me-reply (menjawab) tweet @Lendra. Apakah @Lendra bertanya? Tidak kan?
2) @Bayu memang bermaksud menyebarkan info yang dia dapat dari @Lendra ke seluruh followers-nya, bahwa 'Hari ini ada Kongres II Partai Demokrat' dan @Bayu menambahkan info bahwa kongres tersebut diselenggarakan di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung.
Lalu yang dimaksud dengan "RT abuser" itu apa?
Jadi begini, suatu ketika twitter booming dan jadi trend. Wajar kalau aplikasi/software untuk twitter-an pun bermunculan. Semuanya tentu menjanjikan pengalaman tweeting yang berbeda. Ada yang menawarkan tweeting via handphone, ada yang menambahkan fitur; dan lain-lain. Beberapa fitur inilah yang pada akhirnya sedikit membawa masalah. Maksud gue, RT via handphone cukup repot. Anda harus klik reply dan mengetik ulang semua tweet yang akan di RT. Betapa asiknya kalau ada fitur yang melakukan RT secara otomatis, dan fitur itulah yang disediakan oleh beberapa software. Tinggal klik tombol 'RT' maka tweet yang hendak anda ReTweet secara otomatis akan muncul di update box lengkap dengan format RT yang gue contohkan di paragraf sebelumnya.
Sayangnya, seperti yang gue bilang: twitter booming. Banyak pengguna baru (newbie) yang mulai tweeting via beragam aplikasi. Banyak dari newbie ini yang mengira 'RT' adalah singkatan dari 'Reply To'. Akibatnya, mereka melakukan percakapan (saling berbalas tweet) dengan menggunakan fitur RT. Orang yang menggunakan RT untuk membalas (reply) tweet orang lain inilah yang disebut RT Abuser.
Apakah mereka bisa disalahkan?
Bisa, karena twitter (yang asli, yang via web) menyediakan tombol reply untuk menyampaikan tweet kepada satu atau lebih user. Dua hal ini (reply dan ReTweet) akan sangat berbeda maknanya karena, jika melakukan RT maka tweet tersebut akan muncul di timeline seluruh followers kita (tanpa kecuali). Berbeda dengan reply: kalau @Bayu me-reply @Lendra maka isi tweet tidak akan muncul di timeline followers @Bayu (kecuali yang menjadi followers @Lendra juga).
Apakah ini penting? Ya, kalau anda sensitif dengan topik pembicaraan tertentu. Misalnya @Pratama memfollow @Lendra karena dia sering membahas film-film menarik, tapi sayangnya @Lendra juga doyan membahas politik dan @Pratama benci politik. Tentu @Pratama jadi tidak nyaman melihat @Lendra dan @Bayu membahas masalah politik via RT (yang otomatis membuat isinya muncul di timeline @Pratama). Andai @Lendra dan @Bayu membahas politik via reply, maka @Pratama tidak perlu terganggu dengan isi tweet tersebut karena toh dia bukan follower @Bayu (sehingga isi tweet @Lendra tentang politik tidak muncul di timeline).
Lalu muncul pertanyaan: bagaimana kalau @Lendra, @Bayu, dan @Pratama saling follow? Apakah tindakan @Lendra dan @Bayu yang melakukan percakapan via RT bisa disalahkan? Toh kalau @Lendra dan @Bayu berbincang lewat reply, tetap saja akan muncul di timeline @Pratama?
Begini, saat ini twitter (website; bukan via aplikasi) sudah menyediakan fitur RT (istilahnya New Style RT). Tapi meng-klik tombol RT ini mengakibatkan tweet yang anda RT akan tersiar (disampaikan) ke seluruh followers anda secara otomatis, tanpa ada kesempatan untuk mengedit (menambah/mengurangi) isinya. Ini seharusnya sudah cukup jadi petunjuk bahwa 'RT bukanlah Reply To'. Seandainya pun anda tweeting via aplikasi (bukan dari website twitter.com), lalu anda pikir untuk apa tombol/fitur 'reply' disediakan di aplikasi anda? Ini bukan masalah 'followers anda akan keberatan/tidak anda menjadi RT abuser', ini tentang 'apakah anda sudah melakukan hal (tweeting) dengan tepat'.
Semua ini adalah opini gue yang gue dapat dari pengalaman dan pengetahuan gue tentang twitter. Apa yang gue tulis diatas bukanlah aturan baku, lebih ke semacam guideline. Gue pribadi termasuk orang yang berpendapat "some rules are made to be broken". Dan sampe tulisan ini dibuat, gue pun sesekali menjelma jadi seorang RT abuser. Tanpa bermaksud mencari pembenaran, berikut alasan gue saat menjelma jadi RT abuser:
1) Ngajak followers gue untuk membahas suatu topik. Misal, isi tweet-nya seperti ini >>
#RealMan gak nonton Twilight Series RT @Bayu: @Lendra lo udah nonton New Moon/belum, Len?
Itu artinya @Lendra menjawab tweet @Bayu via RT (harusnya via reply kan?) karena @Lendra ingin mengajak semua followersnya berdebat dengan topik "cuma cewek yang nonton Twilight Series".
2) Ngelawak. Misal, isi tweet gue seperti ini >>
*Diiringi lagu dugem* RT @Lendra: *Joget di tiang* RT @Bayu: *Buka Celana* RT @Pratama: Gerah! *buka baju*
Itu, artinya gue, @Lendra, dan @Bayu sedang bercanda, membuat @Pratama seolah sedang menari striptease
Mungkin ada diantara kalian yang gak setuju dengan yang gue/orang lain lakukan, apapun alasannya. Mungkin dia RT abuser, mungkin dia tukang nyampah, mungkin dia labil dll; itu hak kalian untuk menilai. Cuma gue minta tolong: kalau memang kalian merasa gue/orang lain udah melakukan kesalahan, coba kalian tegur dengan halus atau beritahu bahwa yang kami lakukan adalah hal yang tidak tepat. Banyak pengguna twitter yang dengan mudahnya meng-unfollow (bahkan mem-block & report as spam) sebuah akun twitter hanya karena alasan 'gak suka'. Ayolah... ini jejaring sosial, mari berinteraksi, mari saling mengingatkan. Begitu juga kalau kalian mulai mem-follow sebuah akun twitter, jangan diem aja. Disapa dong, kasih tau kenapa kalian memfollow dia, kenal dia darimana, dan sebagainya. Oke?
Sudah yaa...
Catatan:
@Lendra, @Bayu, dan @Pratama adalah akun contoh, gue gak kenal sama pemilik akun tersebut. Alesan gue make ketiganya sebagai contoh adalah karena nama gue Lendra Bayu Pratama (biar gampang aja). Kalau kalian adalah pemilik salah satu akun tersebut, dan merasa tersinggung karena gue gunakan secara sembarangan, tolong kasih tahu gue ya? Biar langsung gue ganti. ID twitter gue @pemirsa. Buat yang mau follow gue juga silahkan aja
Untuk yang ingin cari keterangan lebih lanjut tentang RT, silahkan tanya ke akun @RTbukanReplyTo
Asal-usul Gunung Fujiyama di Jepang
Dibalik keindahan panoramanya Fujiyama memiliki legenda cerita yang menarik. Dikisahkan pada jaman dahulu kala hidup sepasang kakek nenek di desa terpencil. Pekerjaan sang kakek adalah sebagai penebang bambu. Pada suatu hari ketika sang kakek akan menebang bambu, ia melihat bambu yang bercahaya seperti emas. Karena penasaran, maka sang kakek memotong bambu tersebut dan ternyata di dalam bambu itu ditemukan anak perempuan yang kira-kira tingginya 9 cm.
Sang kakek kemudian membawa anak perempuan itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kakek memberi tahu nenek dan mereka akhirnya memberi nama anak itu Kaguya. Setelah merawat Kaguya, setiap kakek pergi ke gunung untuk menebang bambu, di dalam bambu tersebut pasti ditemukan emas. Kehidupan merekapun menjadi makmur berkat Kaguya.
Tak terasa putri Kaguya tumbuh menjadi sosok putri yang sangat cantik sampai kecantikannya itu tersebar ke seluruh pelosok negeri. Banyak orang-orang dari kalangan berada sampai pajabat kerajaan ingin mempersunting putri Kaguya, tetapi entah mengapa putri Kaguya menolak lamaran mereka. Putri Kaguya memikirkan cara untuk menolak lamaran mereka dengan menyuruh membawa barang-barang yang mustahil adanya.
Siapa yang berhasil membawa barang-barang yang diinginkan sang putri, maka dia akan menerima lamaran salah satu dari mereka. Barang-barang tersebut diantaranya adalah mangkuk suci sang Buddha, kalung yang terbuat dari bola mata naga, kipas bercahaya dan lain-lain. Para lelaki itu datang dengan membawa barang yang diminta, namun semua barang yang dibawa itu palsu karena barang yang diminta putri Kaguya tersebut mustahil ditemukan di bumi ini.
Malam bulan purnamapun akan segera datang. Sambil memandang bulan, putri Kaguya menangis dalam kesedihan. Kakek dan nenek merasa khawatir kenapa putri kesayangannya merasa sedih. Akhirnya pada tanggal 8 Agustus, putri Kaguya menyampaikan perasaannya kapada kakek dan nenek. Ia mengaku bahwa sebenarnya ia berasal dari bulan dan harus kembali ke bulan saat bulan purnama tiba. Putri Kaguya sedih karena harus meninggalkan kakek dan nenek yang dicintainya. Karena tidak mau kehilangan putri Kaguya, maka kakek dan nenek berusaha mempertahankan putri Kaguya saat sang putri dijemput oleh utusan bulan untuk kembali ke bulan. Namun usahanya itu sia-sia. Akhirnya putri Kaguya pergi menuju bulan.

Sebagai kenang-kenangan dan tanda terima kasih, putri Kaguya memberi Fushi no kusuri (Obat hidup kekal) kepada kakek dan nenek yang selama ini merawatnya. Sayangnya, kakek membakar obat itu karena ia merasa meskipun bisa hidup abadi dengan meminum obat itu, tanpa ada Kaguya di sisi mereka apalah artinya. Kakek membakar obat itu di atas puncak gunung tertinggi di Jepang. Gunung tempat sang kakek membakar obat itu kemudian diberi nama Fushi no yama (gunung abadi), dan gunung itu sekarang dikenal dengan nama Fujiyama.
Film-film Box Office Yang Latar Sejarahnya Kacau
Kalau yang ini pernah di ulas di Yahoo Movie sebelumnya, namun saya rasa tidak salahnya untuk merefresh kembali film apa saja yang paling kacau dalam hal sejarahnya. Oke. langsung saja kit simak artikel di bawah ini.
10,000 B.C.
Yang pertama 10.000 B.C. Sutradara Roland Emmerich ituh emang suka main fakta kali ya (misal: mengirimkan virus komputer lewat Macintosh untuk membunuh alien di film Independence Day). Jadi dengan sangat berat hati kami menginformasikan bahwa para mammoth bukanlah alat untuk membuat piramid. Lagian, mammoth nggak hidup di padang pasir. Buat apa rambut tebal kalau harus tinggal di tempat begituan? Dan… jaman begono belum ada piramid, seenggaknya sampai 2.500 SM atau lebih.
Gladiator
Kaisar Commodus sama sekali bukan sister-complex seperti yang digambarkan dalam film. Alkoholik yang kejam, benar juga sih, tapi enggak secengeng itu. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dan bukan hanya beberapa bulan aja. Dia juga nggak membunuh ayahnya sendiri, Marcus Aurelius, yang aslinya wafat karena penyakit cacar. Dan terakhir, alih-alih dibunuh di arena gladiator, Commodus sebenarnya dieksekusi di kamar mandinya sendiri.
300
Walaupun film ini mengambil latar berdasarkan kejadian nyata yaitu Battle of Thermopylae, film ini kebablasan dalam berkreasi dengan stylenya. Yang paling keliatan adalah si Raja Persia Xerxes nggak setinggi 8 kaki seperti yang digambarkan oleh Cirque du Soleil. Lalu konsul di Sparta hanya boleh diikuti oleh orang yang berusia 60 tahun lebih, dan nggak ada satupun orang seperti Theron yang diperankan oleh Dominic West yang berusia 37 tahun. Dan para pejuang Sparta pergi ke medan perang dengan menggunakan baju besi, bukan hanya celana dalam seksi dari kulit.
The Last Samurai
Orang jepang di akhir abad 19 tidak menggunakan tenaga dari luar negeri untuk memodernisasikan militer mereka. Kalaupun iya, kebanyakan adalah orang Perancis, bukan Amerika. Karakter Ken Watanabe diambil dari orang bernama Saigo Takamori yang mati karena melakukan bunuh diri, atau “seppuku,” karena menderita kekalahan dan bukannya mati karena dibredel peluru. Lagian, diragukan sekali bahwa seorang veteran perang pemabuk berusia 40an, bahkan yang punya ramput indah pun, bisa menguasai sumpit dan pedang samurai seahli itu.
Apocalypto
Film ini telah berhasil membuat migrain departemen Antropologi. Memang benar suku Maya mengorbankan manusia untuk upacara tapi bukan untuk Kulkulkan, si dewa matahari, dan hanya petinggi-petinggi yang diambil dalam perang saja yang dibunuh. Para penginvasi yang datang pada akhir movie seperti pahlawan kesiangan aja, karena 90% dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar yang ditularkan dari babi Spanyol yang terinfeksi.
Memoirs of a Geisha
Kedewasaan geisha, atau “mizuage,” hanyalah sebuah perubahan penampilan, dimana ia merubah tata rambut dan pakaiannya. Proses ini tidak melibatkan geisha jadi lebih intim dengan pelanggannya. Dalam sebuah adegan klimaks dimana Sayuri menyuguhkan tarian megah pada para penonton, settingnya – seperti sepatu berhak, salju buatan, dan lampu-lampu aneh – lebih kelihatan seperti Sutudio 54 daripada Kyoto sebelum masa perang.
Braveheart
Mari lupakan sejenak bahwa kilt -semacam rok tradisional Skotlandia- belum digunakan sampai kira-kira 300 tahun setelah William Wallace. Menurut film ini, pesona dari mata biru Wallace saat perang Falkirk sangat powerful, dia berselingkuh dengan istri raja Edward II, yaitu Isabella dari Perancis, dan menghasilkan Edward II dari hubungan itu. Tapi berdasarkan buku-buku sejarah, Isabella baru berumur 3 tahun pada saar perang terjadi, dan Edward II baru lahir 7 tahun setelah kematian Wallace.
Elizabeth: The Golden Age
Pada 1585, menurut settingan film ini, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun – Cate Blanchett baru berumur 36 pada waktu main – dan ia tidak dilamar oleh orang sepeti Ivan the Terrible (yang sudah mati pada jaman itu). Dan walaupun dalam movie dia digambarkan sedang menggiring tentaranya ke Tilbury dengan menunggang kuda putih dan dilengkapi dengan baju besi lengkap dengan pedangnya, pada kenyataannya sang Ratu hanya bisa menunggang dengan posisi menyamping dan membawa tongkat kecil. Dia lebih seperti mayoret daripada menyerupai image Joan of Arc.
The Patriot
Figur perang revolusi Francis Marion, peran dari Mel Gibson, bukanlah orang yang berpikiran jauh ke depan demi keluarganya seperti yang digambarkan dalam film. Dia adalah pemilik budak yang tidak menikah (dengan sepupunya) sampai perang usai. Para sejarahwan juga mengatakan bahwa ia sering membunuh Indian Cherokee. Ditambah lagi, di perang Guilford Court House dia berhasil membunuh musuh bebuyutannya dari Inggris? Yang bener aja, bangsa Amerika sebenarnya kalah dalam perang itu.
2001: A Space Odyssey
Menurut film ini, pada tahun 2001 manusia sudah berhasil melakukan perjalanan ke Jupiter, debat kecerdasan dengan computer, dan lompatan kuantum di evolusi manusia. Alih-alih, kita malah dapat Stasiun Luar Angkasa MIR jatuh dari langit, Windows XP, dan Freddy Got Fingered. Kelihatannya pelajaran yang kita dapat dari sini adalah kadangkala jauh lebih baik kalau semua hal di film itu benar-benar tidak terjadi.
source: jelajahunik.blogspot.com/2010/09/film-paling-kacau-sepanjang-sejarah.html
15 Headline Surat Kabar Yang Menjadi Saksi Sejarah
New York Times: "Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es" 16 April 1912
source: anehbinunik.blogspot.com/2009/11/15-headlines-surat-kabar-yang-menjadi.html
Berlangganan
Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut:



