Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Kacau. Show all posts
Showing posts with label Kacau. Show all posts

Kacaunya Sistem Iklim Indonesia Dan Dunia Saat Ini

Monday, 27 September 2010


Hujan di Bulan Juni

Hujan di bulan April dan Mei kita rasakan suatu fenomena luar biasa apalagi sampai bulan Juni maka masih hujan maka bagi kita orang awam mengagap suatu keanehan. Usia Saya hampir setengah abad (48 tahun) berarti sudah sekian kali merasakan rutinitas pergantian musim tropis dari musim hujan berubah panas dan sebaliknya, perubahan musim yang biasa terjadi sesuai dengan bulan-bulan langganan musim hujan atau panas.


Fenomena alam saat ini seolah-olah semua hari menjadi musim hujan, kondisi ini kita masih boleh bersyukur karena tiap hari secara umum kebutuhan air masih mudah, coba kita bayangkan andai saja terjadi giliran perubahan yaitu tiap hari musim kemarau. Taruhlah selama tahun 2011 musim kemarau dengan hari-hari selalu tanpa hujan, bagaimana kita mensikapi dengan keterbatasan air (mudah-mudahan tidak terjadi).

Merespons Ekstremitas Perubahan Musim

Banjir yang menerjang sejumlah daerah pada Mei ini, bagaimanapun adalah bagian dari akibat ekstremitas perubahan musim yang dalam beberapa tahun terakhir telah kita rasakan. Biasanya, menurut ilmu titen masyarakat, hujan di daerah seperti Kota Semarang akan memuncak pada bulan-bulan Januari - Februari, lalu Maret hingga April masuk ke transisi musim panas, dan Mei sudah memasuki kemarau. Walaupun fenomena perubahan musim sudah dirasakan, rasanya kita tetap saja dibuat terkejut.

Genangan air di sejumlah daerah cenderung meninggi karena curah hujan yang juga tinggi. Apakah ini anomali musim atau kondisi yang sudah bisa diprediksi, kiranya kesiapan untuk menghadapi realitas perubahan cuaca dan musim itulah yang perlu disiapkan. Mulai dari penatalaksanaan kesiapan lingkungan keseharian, kalkulasi di bidang pertanian (termasuk pertambakan), dan adaptasi untuk menyiapkan pangan dalam menghadapi musim berikut yang boleh jadi juga masih dipengaruhi oleh kondisi yang tak menentu.


Pengamat lingkungan dari Universitas Muria Kudus, Hendy Hendro Sudjono yang menganalisis informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika Jawa Tengah memperkirakan, sepekan mendatang curah hujan akan kembali meningkat. Dalam sebulan debit hujan cenderung meningkat di atas 50 milimeter, dan intensitasnya bisa terjadi setiap hari, terutama menjelang malam hingga pagi. Kondisi itu dipicu oleh tekanan rendah di Samudra Indonesia dan Samudra Pasifik, yang menyebabkan hujan merata di sebagian wilayah Indonesia.


Perubahan musim yang ekstrem itu bisa diindikasikan dari sejumlah fakta: hujan mundur hingga bulan-bulan yang seharusnya sudah memasuki masa transisi, atau musim kemarau masih memanggang justru pada bulan-bulan ketika udara biasanya mulai basah. Penjelasan-penjelasan ilmiah dari otoritas terkait bisa dibaca sebagai warning untuk merespons. Misalnya bagaimana menyikapinya terkait dengan adaptasi sektor pertanian dan pertambakan, juga bagaimana seharusnya kearifan kita dalam memperakukan lingkungan.

Pihak-pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan, mungkin akan menemukan muara “kambing hitam” secara mudah, dengan mengatakan apa yang terjadi sekarang merupakan akibat dari pengaruh pemanasan global. Padahal munculnya kondisi-kondisi tertentu — yang mudah menyebabkan banjir misalnya — tentu tidak mungkin tanpa adanya pemicu dari sikap-sikap manusia. Mulai dari berbagai keputusan tentang kebijakan tata ruang, kebijakan ekonomi, dan naluri eksploitatif manusia.

Apa yang kita rasakan sekarang: kekacauan tata ruang di sejumlah wilayah, produk sektor pertanian yang sulit diprediksi karena anomali musim, atau lingkungan permukiman yang tidak sehat, bagaimanapun tidak lepas dari realitas teori sebab-akibat. Benar, fenonema pemanasan global memang memberi andil besar bagi hilangnya keseimbangan ekosistem, namun ekstremitas perubahan musim seperti fakta curah hujan tinggi justru pada bulan kering seperti sekarang, menuntut kearifan kita dalam menyikapinya.
Pemerintah Indonesia ketika meluncurkan negosiasi di Bali pada tahun 2007, mengakui peringatan ilmiah pada iklim untuk apa itu: sirene panggilan untuk "bertindak sekarang, atau menghadapi yang terburuk, "

Bagaimana Iklim dapat Berubah?




Salah satu komponen iklim adalah temperatur. IPCC menemukan bahwa, selama 100 tahun terakhir (1906-2005) temperatur permukaan bumi rata-rata telah naik sekitar 0.74oC, dengan pemanasan yang lebih besar pada daratan dibandingkan lautan. Tingkat pemanasan rata-rata selama 50 tahun terakhir hampir dua kali lipat dari yang terjadi pada 100 tahun terakhir. Akhir tahun 1990an dan awal abad 21 merupakan tahun-tahun terpanas sejak adanya arsip data modern. Peningkatan pemanasan sebesar 0.2oC diproyeksikan akan terjadi untuk setiap dekade pada dua dekade kedepan. Proyeksi tersebut dilakukan dengan beberapa skenario yang tidak memasukkan pengurangan emisi GRK. Besar pemanasan yang akan terjadi setelahnya akan tergantung kepada jumlah GRK yang diemisikan ke atmosfer.


Global Temperature Chart Showing the Lack of Global Warming Over the Past Decade

Mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat? Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan efek rumah kaca yang merupakan hasil dari penyerapan energi oleh gas-gas tertentu yang terdapat di atmosfer (disebut gas rumah kaca karena gas-gas ini secara efektif ‘menangkap’ panas yang terdapat di atmosfer bagian bawah) dan meradiasikan kembali sebagian dari panas tersebut ke bumi.

Gas rumah kaca adalah salah satu kelompok gas dalam atmosfer yang dapat menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat. Sistem kerjanya adalah dengan mengembalikan pantulan sinar matahari dari permukaan agar tetap berada dalam sistem atmosfer bumi. Kondisi atmosfer bumi yang hangat memungkinkan manusia dan mahluk hidup lainnya tumbuh dan berkembang biak. Dengan demikian, pada dasarnya gas rumah kaca dan efeknya diperlukan untuk menjaga kehidupan di bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca yang alami, suhu di permukaan bumi akan berada pada angka -18˚C bukan seperti suhu saat ini.

Masalahnya yang terjadi saat ini adalah konsentrasi gas rumah kaca semakin bertambah melebihi tingkat normal sehingga sebagian radiasi yang berasal dari matahari maupun permukaan bumi terjebak oleh gas-gas rumah kaca yang mengakibatkan radiasi tidak dapat ke luar angkasa dan kembali ke permukaan bumi sehingga memanaskan suhu bumi. Garis besar proses efek rumah kaca ditunjukkan pada gambar.



Sumber: http://h4r14nt0.files.wordpress.com/

Aktivitas manusia telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca dalam atmosfer (sebagian besar berupa karbon dioksida yang berasal dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas; ditambah gas-gas lainnya). Tingkat karbon dioksida sebelum masa industri (sebelum Revolusi Industri dimulai) adalam sekitar 280 ppmv, dan tingkat karbon dioksida saat ini adalah sekitar 370 ppmv (IPCC). Konsentrasi CO2 dalam atmosfer kita saat ini, belum pernah meningkat selama 420.000 tahun. Namun, berdasarkan laporan khusus dari IPCC mengenai skenario emisi (Special Report on Emission Scenarios –SRES), di akhir abad ke 21, bahwa konsentrasi karbon dioksida sebesar 490 – 1260 ppm (75 – 350%) di atas angka konsentrasi di masa pra industri.
Karbon dioksida tersebut merupakan salah satu dari kontributor utama terhadap pemanasan global saat ini. Gas rumah kaca lainnya yang menjadi kontributor utama pemanasan global adalah metana (CH4) yang dihasilkan dari aktivitas agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2, juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer.

Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbeda-beda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metan menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofuorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

Perundingan Perubahan Iklim PBB di Bonn


Meetings of the Convention Bodies - 31 May to 11 June 2010

Putaran kedua Iklim PBB Perundingan Perubahan Bonn pada tahun 2010 dirancang untuk membuka jalan untuk implementasi penuh aksi perubahan iklim seluruh dunia

Bonn, 31 Mei 2010 - Sebuah babak baru pembicaraan Perubahan Iklim PBB dimulai pada hari Senin dengan pertemuan wakil-wakil dari pemerintah 182 di Bonn untuk mengambil maju bekerja dari Iklim PBB tahun lalu Konferensi Perubahan di Kopenhagen (COP 15). Pembicaraan ini dirancang untuk mengambil isu-isu yang tidak diselesaikan di Kopenhagen dan untuk membuka jalan bagi pelaksanaan penuh

aksi perubahan iklim di seluruh dunia.


"Pertemuan Kopenhagen mungkin suatu hasil ditunda setidaknya selama setahun, tapi itu tidak menunda dampak perubahan iklim," kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC Yvo de Boer. "Batas waktu untuk menyetujui tanggapan internasional yang efektif terhadap perubahan iklim di Kopenhagen didirikan karena pemerintah, ketika meluncurkan negosiasi di Bali pada tahun 2007, mengakui peringatan ilmiah pada iklim untuk apa itu: sirene panggilan untuk bertindak sekarang, atau menghadapi yang terburuk, "ia menambahkan.


Dari hari Selasa, delegasi pemerintah negara-negara akan mulai membahas teks negosiasi baru dibawah Ad Hoc Kelompok Kerja Aksi Koperasi jangka panjang di bawah Konvensi (AWG-LCA).


Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen pada akhir tahun 2009, pemerintah memperpanjang mandat AWG-LCA sebagai kelompok negosiasi bertugas untuk memberikan solusi global jangka panjang untuk tantangan iklim. Pemerintah pertemuan di Bonn pada bulan April tahun ini diundang Ketua kelompok, Margaret Mukahanana-Sangarwe, untuk mempersiapkan teks baru dalam waktu untuk sesi negosiasi Juni.


negosiasi Iklim "selama dua minggu berikutnya akan di jalur jika mereka tetap fokus pada cara yang umum maju ke arah tujuan yang konkrit dan realistis dalam Cancún. Ada sebuah konsensus yang tumbuh di apa bahwa tujuan untuk dapat Cancún - yaitu, penuh, arsitektur operasional untuk menerapkan efektif, tindakan iklim kolektif, "kata puncak iklim PBB perubahan resmi Yvo de Boer.


Ad Hoc Kelompok Kerja Komitmen lebih lanjut untuk Lampiran I Pihak dalam Protokol Kyoto (AWG-KP) juga akan bertemu di Bonn dari Selasa, di paralel ke AWG-LCA. Fokus grup ini adalah pada komitmen pengurangan emisi untuk 37 negara industri yang telah meratifikasi Protokol Kyoto untuk periode setelah 2012.


"Saya mendorong pemerintah untuk sekarang mengembangkan kejelasan lebih besar pada masa depan Protokol Kyoto, karena masalah ini tidak dapat dibiarkan sampai Cancún," kata Yvo de Boer.


Mr de Boer juga meminta negara-negara industri untuk memenuhi janji keuangan mereka dibuat di Kopenhagen. Negara-negara ini berjanji untuk menyebarkan USD 30 miliar dari sekarang sampai 2012 di bidang keuangan jangka pendek untuk kick tindakan mulai iklim di negara-negara berkembang. "Cancun dapat memberikan jika janji-janji

membantu disimpan dan jika berjanji untuk kompromi merasa terhormat dalam negosiasi, "katanya.


Selain dua kelompok kerja yang khusus dirancang untuk menegosiasikan jangka panjang respon terhadap perubahan iklim, dua komite berdiri UNFCCC - Badan Anak Perusahaan untuk Saran Ilmiah dan Teknologi (SBSTA) dan Badan Anak Perusahaan untuk Implementasi (SBI) - bertemu di Bonn .


The SBSTA akan misalnya menangani masalah peningkatan kapasitas di negara berkembang untuk mengukur emisi dari deforestasi. Dan itu akan mengadakan dialog penelitian antara pemerintah dan lembaga penelitian untuk menghasilkan diskusi tentang informasi terbaru tentang ilmu perubahan iklim. SBI adalah misalnya diharapkan untuk menyepakati modalitas untuk meninjau Protokol Kyoto Dana Adaptasi di Meksiko pada akhir tahun ini.


"Janji terbaru dari Spanyol dan Jerman terhadap dana adaptasi telah langkah pertama berguna untuk membangun kepercayaan di antara negara-negara berkembang," kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC. "Tapi kita harus melihat kontribusi yang lebih konkrit dari negara-negara lain dalam jangka-up ke Cancún yang menunjukkan bahwa negara-negara maju siap untuk memenuhi apa yang mereka janjikan lima bulan yang lalu di Kopenhagen," tambahnya.


Pertemuan Bonn sedang dihadiri oleh lebih dari 4.500 peserta, termasuk delegasi pemerintah, perwakilan dari bisnis dan industri, organisasi lingkungan dan lembaga penelitian.


UNFCCC negosiasi sesi berikutnya dijadwalkan berlangsung 02-06 Agustus di Bonn, diikuti oleh pertemuan intersessional kedua satu minggu (tepat dan tanggal dan waktu belum diumumkan) sebelum Konferensi Perubahan Iklim PBB 29 November - 10 Desember di Cancún .

Tentang UNFCCC


Dengan 194 Pihak, yang Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) telah dekat keanggotaan universal dan merupakan perjanjian induk tahun 1997 Protokol Kyoto. Protokol Kyoto telah diratifikasi oleh 191 Para Pihak UNFCCC. Di bawah Protokol, 37 Serikat, yang terdiri dari negara-negara industri dan negara-negara yang sangat mengalami proses transisi ke ekonomi pasar, memiliki keterbatasan emisi secara hukum mengikat dan komitmen pengurangan. Tujuan utama dari kedua perjanjian adalah untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer pada tingkat yang akan mencegah campur tangan manusia berbahaya dengan sistem iklim.


source: azharmind.blogspot.com/2010/06/iklim-benar-benar-telah-kacau.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Film-film Box Office Yang Latar Sejarahnya Kacau

Tuesday, 7 September 2010

Kalau yang ini pernah di ulas di Yahoo Movie sebelumnya, namun saya rasa tidak salahnya untuk merefresh kembali film apa saja yang paling kacau dalam hal sejarahnya. Oke. langsung saja kit simak artikel di bawah ini.

10,000 B.C.

Yang pertama 10.000 B.C. Sutradara Roland Emmerich ituh emang suka main fakta kali ya (misal: mengirimkan virus komputer lewat Macintosh untuk membunuh alien di film Independence Day). Jadi dengan sangat berat hati kami menginformasikan bahwa para mammoth bukanlah alat untuk membuat piramid. Lagian, mammoth nggak hidup di padang pasir. Buat apa rambut tebal kalau harus tinggal di tempat begituan? Dan… jaman begono belum ada piramid, seenggaknya sampai 2.500 SM atau lebih.


Gladiator
Kaisar Commodus sama sekali bukan sister-complex seperti yang digambarkan dalam film. Alkoholik yang kejam, benar juga sih, tapi enggak secengeng itu. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dan bukan hanya beberapa bulan aja. Dia juga nggak membunuh ayahnya sendiri, Marcus Aurelius, yang aslinya wafat karena penyakit cacar. Dan terakhir, alih-alih dibunuh di arena gladiator, Commodus sebenarnya dieksekusi di kamar mandinya sendiri.


300
Walaupun film ini mengambil latar berdasarkan kejadian nyata yaitu Battle of Thermopylae, film ini kebablasan dalam berkreasi dengan stylenya. Yang paling keliatan adalah si Raja Persia Xerxes nggak setinggi 8 kaki seperti yang digambarkan oleh Cirque du Soleil. Lalu konsul di Sparta hanya boleh diikuti oleh orang yang berusia 60 tahun lebih, dan nggak ada satupun orang seperti Theron yang diperankan oleh Dominic West yang berusia 37 tahun. Dan para pejuang Sparta pergi ke medan perang dengan menggunakan baju besi, bukan hanya celana dalam seksi dari kulit.


The Last Samurai
Orang jepang di akhir abad 19 tidak menggunakan tenaga dari luar negeri untuk memodernisasikan militer mereka. Kalaupun iya, kebanyakan adalah orang Perancis, bukan Amerika. Karakter Ken Watanabe diambil dari orang bernama Saigo Takamori yang mati karena melakukan bunuh diri, atau “seppuku,” karena menderita kekalahan dan bukannya mati karena dibredel peluru. Lagian, diragukan sekali bahwa seorang veteran perang pemabuk berusia 40an, bahkan yang punya ramput indah pun, bisa menguasai sumpit dan pedang samurai seahli itu.


Apocalypto
Film ini telah berhasil membuat migrain departemen Antropologi. Memang benar suku Maya mengorbankan manusia untuk upacara tapi bukan untuk Kulkulkan, si dewa matahari, dan hanya petinggi-petinggi yang diambil dalam perang saja yang dibunuh. Para penginvasi yang datang pada akhir movie seperti pahlawan kesiangan aja, karena 90% dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar yang ditularkan dari babi Spanyol yang terinfeksi.


Memoirs of a Geisha
Kedewasaan geisha, atau “mizuage,” hanyalah sebuah perubahan penampilan, dimana ia merubah tata rambut dan pakaiannya. Proses ini tidak melibatkan geisha jadi lebih intim dengan pelanggannya. Dalam sebuah adegan klimaks dimana Sayuri menyuguhkan tarian megah pada para penonton, settingnya – seperti sepatu berhak, salju buatan, dan lampu-lampu aneh – lebih kelihatan seperti Sutudio 54 daripada Kyoto sebelum masa perang.


Braveheart
Mari lupakan sejenak bahwa kilt -semacam rok tradisional Skotlandia- belum digunakan sampai kira-kira 300 tahun setelah William Wallace. Menurut film ini, pesona dari mata biru Wallace saat perang Falkirk sangat powerful, dia berselingkuh dengan istri raja Edward II, yaitu Isabella dari Perancis, dan menghasilkan Edward II dari hubungan itu. Tapi berdasarkan buku-buku sejarah, Isabella baru berumur 3 tahun pada saar perang terjadi, dan Edward II baru lahir 7 tahun setelah kematian Wallace.


Elizabeth: The Golden Age
Pada 1585, menurut settingan film ini, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun – Cate Blanchett baru berumur 36 pada waktu main – dan ia tidak dilamar oleh orang sepeti Ivan the Terrible (yang sudah mati pada jaman itu). Dan walaupun dalam movie dia digambarkan sedang menggiring tentaranya ke Tilbury dengan menunggang kuda putih dan dilengkapi dengan baju besi lengkap dengan pedangnya, pada kenyataannya sang Ratu hanya bisa menunggang dengan posisi menyamping dan membawa tongkat kecil. Dia lebih seperti mayoret daripada menyerupai image Joan of Arc.


The Patriot
Figur perang revolusi Francis Marion, peran dari Mel Gibson, bukanlah orang yang berpikiran jauh ke depan demi keluarganya seperti yang digambarkan dalam film. Dia adalah pemilik budak yang tidak menikah (dengan sepupunya) sampai perang usai. Para sejarahwan juga mengatakan bahwa ia sering membunuh Indian Cherokee. Ditambah lagi, di perang Guilford Court House dia berhasil membunuh musuh bebuyutannya dari Inggris? Yang bener aja, bangsa Amerika sebenarnya kalah dalam perang itu.


2001: A Space Odyssey
Menurut film ini, pada tahun 2001 manusia sudah berhasil melakukan perjalanan ke Jupiter, debat kecerdasan dengan computer, dan lompatan kuantum di evolusi manusia. Alih-alih, kita malah dapat Stasiun Luar Angkasa MIR jatuh dari langit, Windows XP, dan Freddy Got Fingered. Kelihatannya pelajaran yang kita dapat dari sini adalah kadangkala jauh lebih baik kalau semua hal di film itu benar-benar tidak terjadi.

source: jelajahunik.blogspot.com/2010/09/film-paling-kacau-sepanjang-sejarah.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: