Koran yang bisa berbicara seperti di film Harry Potter akan segera terwujud di dunia nyata.
LONDON – Bagi mereka penggemar atau yang mengetahui cerita Harry Potter, tentunya ingat tentang koran yang bisa berbicara. Ketika membacanya, koran harian bernama Daily Prophet tersebut menampilkan visualisasi bergerak seperti di layar televisi dan berbicara mengisahkan berita dalam koran tersebut.
Berkat kecanggihan teknologi, tak lama lagi koran berbicara dalam dunia sihir Harry Potter akan bisa diwujudkan di dunia nyata.
Telegraph melansir, koran berbicara ala Harry Potter segera hadir bersamaan dengan diluncurkannya iklan berbentuk video dalam halaman sebuah majalah atau disebut video advertising on the pages oleh majalah Entertainment Weekly di AS.
“Ini adalah bagian dari teknologi masa depan dan merupakan cara baru dan mengejutkan dalam melibatkan konsumen,” kata President Marketing Entertainment Weekly, George Schweitzer.
Pada saat membuka majalah, pembaca akan menemukan sebuah layar kecil seukuran layar ponsel yang secara otomatis memutarkan sebuah video berdurasi pendek.
Pembaca akan merasakan seolah tengah membaca koran Daily Prophet di dunia sihir Harry Potter dimana gambar-gambar bergerak di dalamnya dapat bercerita sendiri kepada pembaca.
Entertainment Weekly akan memanfaatkan teknologi ini untuk menampilkan beragam iklan yang masing-masing berdurasi 90 detik.
Sayangnya tidak semua pelanggan Entertainment Weekly yang berjumlah 1,8 juta orang bisa menyaksikan majalah ala Harry Potter ini. Hanya pelanggan di kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles saja yang bisa berlangganan majalah edisi spesial dengan fitur iklan berteknologi tinggi.
Hal ini dikarenakan biaya pembuatan peranti lunak serta pemasangan layar dan soundchip pada halaman majalah memakan biaya yang sangat besar. (srn)
Dated Released : 19 November 2010 Quality : CAM.V2.XviD-miguel [Kualitas Masih Buruk] Info : imdb.com/title/tt0926084 Studio : Heyday Films Starring : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint Genre : Adventure | Fantasy | Mystery ----------------------------------------
Uploader by
Mmm....aduh-aduh....Sayang sekali kemarin beres Sidang Seminar,,niat mau nonton ini film ternyata Telat, udah kelewat setengah jam jadinya males deh..hikshiks... Katanya udah banyak nih di internet download film gratis na.heuheu... Ada yang udah punya? minta donk... share di comments yahh... thankss....
“Sulit dipercaya bahwa 9 tahun yang lalu seri ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.”
Siapa pun yang sudah melahap habis tujuh buku Harry Potter pasti tahu bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows memiliki mood paling gelap dibanding enam buku sebelumnya. Sepertinya mood ini berhasil dipertahankan sutradara David Yates dalam adaptasi filmnya. Sepanjang film, nuansa gelap dan muram sangat terasa, mulai dari tone warna, dialog, hingga musik scoring. Sulit dipercaya bahwa sembilan tahun yang lalu seri film ini dimulai dengan sebuah film keluarga yang ditonton banyak anak-anak.
Tentunya film dibuat lebih "gelap" bukan tanpa alasan. Seri sebelumnya (Harry Potter and the Half-Blood Prince) diakhiri dengan kematian Albus Dombledore. Maka The Deathly Hallows dimulai dengan memperlihatkan kekacauan dunia sihir dan dunia muggle sepeninggal Dumbledore. Kementrian Sihir diambil alih Death Eater (alias Pelahap Maut), muggle dan penyihir "berdarah lumpur" ditangkap dan dibunuh, bahkan demi melindungi keluarganya, Hermione sampai harus menghapus dirinya dari ingatan kedua orang tuanya.
Kalau itu masih kurang "muram", di 30 menit pertama sudah ada satu tokoh yang tewas, dan satu lagi yang terluka parah. Bahkan pesta pernikahan Bill Weasley dengan Fleur Delacour pun tak berhasil menciptakan suasana suka cita di kediaman keluarga Weasley.
Dari situ, fokus film berpindah pada petualangan Harry, Ron, dan Hermione mencari dan menghancurkan horcrux. Horcrux adalah jimat berisi potongan jiwa Lord Voldemort -- total berjumlah tujuh buah -- yang jika semuanya berhasil dihancurkan, tamatlah riwayat Sang Pangeran Kegelapan. Tentunya mencari horcrux bukan hal yang mudah, karena tak ada satu pun dari mereka yang tahu apa bentuk horcrux-horcrux tersebut. Dan jika sudah berhasil ditemukan pun, tak ada yang tahu bagaimana cara menghancurkannya.
“Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin berani”
Situasinya makin rumit karena kali ini tiga sekawan penyihir ini tak mendapat bantuan sama sekali dari pihak luar, bahkan dari keluarga mereka sendiri. Harry dkk terpaksa tinggal di tenda, berpindah-pindah tempat supaya tak mudah terlacak. Maklum saja, wajah Harry sudah tersebar di seluruh penjuru kota dalam selebaran bertuliskan 'Wanted'.
Masalah juga timbul saat Ron -- yang diam-diam jatuh cinta pada Hermione -- merasa cemburu dengan kedekatan Harry dan gadis pujaannya. Beban Ron di perjalanan ini memang tak ringan. Bukan saja merasa tersisih dari Harry dan Hermione yang sering menghabiskan waktu bersama, Ron juga tak pernah melepaskan pendengarannya dari siaran radio gerilya. Radio ini tak memutarkan musik, melainkan memberi informasi tentang siapa saja penyihir yang dinyatakan hilang, dan siapa saja yang terbunuh.
"Aku mendengarkan untuk memastikan nama Ginny, Fred and George, atau ibuku tak disebut," ujar Ron saat Harry memintanya mematikan radio.
Heart-breaking, isn't it?
Tapi jangan khawatir, di tengah segala kesedihan dan ketegangan film, kita masih akan dibuat tertawa dengan humor-humor khas Harry Potter. Pengocok perut paling utama tentu saja adalah Ron, yang dari dulu dikenal suka melontarkan pernyataan-pernyataan konyol. Belum lagi usahanya memikat hati Hermione yang bukan jadi romantis tapi malah mengundang tawa.
Lalu jika Anda masih membayangkan Harry dkk sebagai bocah-bocah imut siswa sekolah Hogwarts, hapuskan imej itu dari pikiran Anda. Daniel Radcliffe kini berusia 21 tahun, Rupert Grint -- pemeran Ron -- sudah pernah melakukan adegan sex di film Cherry Bomb (2009), sedangkan Emma Watson... Ah, masih perlukah saya beri tahu seperti apa rupa Emma Watson saat ini?
Satu lagi penanda tiga penyihir ini sudah beranjak dewasa adalah adegan ciuman yang semakin "berani". Bukan lagi sekadar kecupan di bibir, tapi french kiss panjang dan penuh gairah, yang menampilkan Emma Watson topless.
Jadi jelaslah sudah, Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I memang bukan film anak-anak. Logikanya sih, anak-anak SD yang dulu menonton Harry Potter and the Sorcerer's Stone di tahun 2001 pun kini telah beranjak remaja.
Oh ya, kenapa ada embel-embel "Part I" pada judul film? Tidak lain karena buku terakhir dari seri Harry Potter ini memang diangkat ke dalam dua film. Mungkin terlalu banyak detail yang tak boleh terlewatkan sehingga jika semuanya dimuat ke satu film bisa-bisa durasinya jadi lima jam. Maka berakhirlah Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I pada sebuah adegan klimaks yang menampilkan Lord Voldemort. Penonton pun dibuat geregetan dan penasaran karena harus menunggu sambungan ceritanya -- Harry Potter and the Deathly Hallows: Part II -- yang baru akan dirilis Juli 2011.
Dan saat saya menyaksikan film ini di pemutaran perdananya di Jakarta, begitu film berakhir, seluruh penonton bertepuk tangan panjang.
Salah satu film yang ditunggu-tunggu adalah sekuel Harry Potter yang memasuki episode akhir. Bulan depan, sekuel Harry Potter and The Deathly Hallows: Part One diperkirakan dirilis di bioskop.
Seiring dengan perkembangan usia para pemerannya yang tumbuh remaja, film ini juga mengisahkan romansa mereka. Namun, menurut pemeran Hermione Granger, Emma Watson (20), kali ini giliran dia untuk berakting. Kali ini tuntutan akting tersebut dirasakannya berat.
Dalam sekuel Harry Potter and The Deathly Hallows: Part Two, kendala itu mulai muncul. Tak terbayangkan di benak Watson, ia harus mencium dua rekannya, Ron Weasley (memerankan Rupert Grint) dan Daniel Radcliffe (Harry Potter).
”Memainkan karakter Hermione yang harus mencium dua orang itu, buat saya, benar-benar mimpi buruk,” katanya. Dia harus melupakan semua sejarah pertemanan dengan dua rekannya tersebut.
”Dengan latar belakang pertemanan kami, ini membuat situasi semakin sulit. Saya membutuhkan usaha keras dan tingkat profesionalisme yang dalam,” katanya.
Untuk menekankan bahwa bisa memerankan karakter itu, Watson harus mengingat-ingat betul bahwa karakter ini hanyalah dalam film.
”Saya harus terus mengingat bahwa yang mencium Harry itu Hermione, bukan Emma. Itu saja!” katanya
SINOPSIS
Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage, guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir diakhiri. Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya. Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut. Keluarga Dursley kemudian pergi menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.
Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry, terbunuh oleh kutukan pembunuh; George Weasley kehilangan sebelah telinganya; Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri. Belakangan, Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron (alat seperti korek api yang dapat memadamkan cahaya); buku mengenai kisah anak-anak untuk Hermione; dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu. Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley.
Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry.
Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore, ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu. Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge.
Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge. Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.
Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric’s Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.
Di Godric’s Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan. Di Godric’s Holow, mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka terperangkap, karena “Bagshot” itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini. Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir Harry hancur dalam kejadian itu.
Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.
Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood, ayah Luna Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood, Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan benda sihir sebagai hasilnya – tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder Wand—tongkat sihir tetua), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali yang telah mati (Resurrection Stone—batu kebangkitan), dan Jubah Gaib (jubah tembus pandang) yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda sihir Deathly Hallows, untuk mengalahkan Voldemort.
Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor, karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas dibunuh oleh Bellatrix.
Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari besi Bellatrix di Bank Gingrott’s. Di sana mereka menemukan satu lagi Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka mencari Horcrux-Horcruxnya.
Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana mereka disambut oleh Neville Longbottom. Setelah menyelamatkan jiwa Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.
Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian; karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang terdapat di Horcrux Cincin Gaunt.
Selanjutnya, terungkap pula bahwa Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry. Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.
Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka seluruhnya bertemu di stasius kereta api King’s Cross, untuk mengantar anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan.
Mungkin Anda adalah salah satu orang yang mencintai cerita Harry Potter dan berbagai hal unik dan menarik yang ada di dunia sihir yang menurut JK Rowling ternyata tidak jauh dari dunia kita. Berbagai hal unik dan lucu ini ternyata menginspirasi banyak orang untuk membuat berbagai hal yang… mungkin sih awalnya lucu, tapi sekarang jadi terasa aneh dan menjengkelkan atau mungkin membuat beberapa diantara kita langsung berpikir “Lebay banget ah…”
4. The Wizard Rock Festival
Entah kenapa dan kemana festival Rock ini akan berjalan. Coba cek nama band yang ada: “The Cedric Diggorys”, “The Remus Lupins, dan berbagai macam nama yang erat kaitannya ama Harry Potter. Anda boleh tidak percaya, tapi tiket ke acara ini terjual laris manis, padahal harganya lumayan, 20 dollar. Acara konser Rock para penyihir ini dipenuhi dengan 300 orang dan 17 band yang tampil. Lumayan juga buat cara unik ala Harry Potter ini…
3. The Intercollegiate Quidditch Association
Nah, Quidditch ini kan olahraga yang cuman bisa dilakukan kalo ada sapu terbang? Apalagi dengan berbagai hal unik dan lucu yang dapat dilakukan oleh berbagai bola yang melayang-layang kesana kemari. Masalahnya beberapa orang benar-benar berusaha menghadirkan olahraga seram dunia sihir ini dengan serius.
Bukan hanya sekedar serius, asosiasi yang ada sudah mulai melibatkan Mahasiswa dan mulai membuat pertandingan antar kampus. Beberapa kampus seperti Princeton, McGill, bahkan Boston University, sudah punya Tim Quidditch sendiri, lengkap! Yang lucu, semua pemain benar-benar naik sapu, tapi bedanya, naik sapu yang ini sama sekali nggak terbang, malah harus lari-lari sendiri!
2. Politisi Berganti Nama Menjadi Harry Potter
Seorang pria di Russia akhirnya secara sah mengubah namanya menjadi “Harry Potter”, dengan harapan memenangkan pemilihan untuk jabatan gubernur!
Bukan apa-apa masalahnya apa ya mungkin dengan mengganti nama seperti ini, orang dengan usia pemilih akan memberikan simpati ke si calon? Masalahnya di Russia, usia pilih lumayan tinggi, 21 tahun, dan di usia 21 tahun tentunya orang sudah tidak akan tertarik sama sekali ke calon legislastor dengan nama Harry Potter. Anda sendiri nggak akan mungkin memilih orang Indonesia yang mengganti nama jadi Harry Potter dan kemudian mencalonkan diri jadi Caleg bukan? Kebayang kampanyenya kaya apa deh!
1. Simposium Harry Potter
Simposium yang diadakan pada tahun 2006 ini menarik 1.200 orang, mereka berkumpu selama 3 hari penuh dan membayar harga penuh untuk simposium yang berjudul “Lumos 2006″. Simposium ini dilakukan di Las Vegas dan dimulai dengan presentasi yang bernama “Muggles and Mental Health: Rites of Transformation and A Psychoanalytical Perspective on the Inner World of Harry Potter.”
Bahan bacaan lain yang dibahas di Simposium ini antara lain adalah “Comrade Potter: A Marxist Reading of Harry Potter,” kemudian ada juga presentasi dengan judul “Parallels in Tyranny: Voldemort, The Ministry of Magic, and Jewish Persecution.” Sampai sekarang juga belum jelas bagaimana caranya presentasi ini bisa bertahan dan berjalan…. source: feedproxy.google.com/~r/blogspot/TKfLI/~3/5fHJFas1LA0/akibat-kecanduan-parah-harry-potter.html