Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Fosil. Show all posts
Showing posts with label Fosil. Show all posts

Fosil Capung Dan Kadal Ditemukan Bersamaan di Myanmar

Sunday, 31 October 2010

Sosok seekor capung tanpa kepala ditemukan dalam fosil amber (getah pohon) berusia 100 juta tahun.

Kaki dan ekor kadal terlihat di dekat capung tanpa kepala yang terjebak dalam fosil amber berusia 100 juta tahun.

Seekor capung dan kadal yang sedang berduel sekitar 100 juta tahun lalu ditemukan di Myanmar dalam bentuk fosil. Kedua hewan itu ditemukan dalam kondisi tak utuh, capung ditemukan dalam kondisi tak berkepala sementara kadal ditemukan kaki dan ekornya saja.

George Poinar, penemu fosil yang juga ahli ilmu serangga dari Oregon State University, mengungkapkan, kepala capung yang hilang diperkirakan dimakan oleh kadal. Menurut prediksinya, kala itu kadal dan capung sedang terlibat pertengkaran yang sengit. Kadal berusaha memakan capung dengan melahap kepalanya lebih dulu. Tapi sial, kadal tak bisa membawa capung itu pergi karena kakinya terjebak oleh getah pohon yang super lengket. Alhasil, kadal justru mati bersama capung yang hendak dilahapnya terbungkus getah pohon yang membatu hingga kini.

Sayang sekali, penemu tak menemukan fosil kadal dalam kondisi utuh, tanpa perut dan kepalanya. "Saya tak berhasil menemukan kadal dalam kondisi utuh, sayang sekali. Padahal, jika sampel itu ada, kita mungkin bisa menemukan kepala capung dalam mulut kadal," kata Poinar.

Hal menarik dari penelitian ini adalah perilaku kedua hewan yang masih sama hingga kini. Seperti kadal masa kini, ungkap Poinar, mereka juga masih memakan capung dan serangga lainnya. Seperti juga capung masa kini, mereka harus super hati-hati kalau ada hewan macam kadal dan cicak berada di dekat mereka.

Hasil penemuan Poinar dipublikasikan dalam Jurnal Palaeodiversity yang terbit baru-baru ini. Umur fosil 100 juta tahun merupakan fosil tertua di Myanmar yang ditemukan di pepohonan. Ia mengatakan, penelitian ini sangat berguna bagi pemahaman kita tentang perilaku hewan. "Kenyataan ini menunjukkan bahwa perilaku hewan bertahan dalam jangka waktu sangat panjang," ujar Poinar.

source: sains.kompas.com/read/2010/10/29/11132735/Inilah.Fosil.Capung.Duel.dengan.Kadal-4



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Penemuan Fosil Cakar Naga Raksasa di Eropa

Thursday, 30 September 2010

'Naga' Ternyata Pernah Ada
Masih berpikir naga itu mahluk rekaan dalam dongeng? Seekor dinosaurus mirip naga yang memiliki cakar-cakar raksasa diketahui telah menebar teror di Eropa 80 juta tahun silam.
Mahluk pemakan daging dengan tubuh yang sangat kuat itu memiliki kuku yang melengkung seperti sabit untuk mencabik-cabik tubuh mangsanya.

Para ilmuwan menamai dinosaurus sepanjang tujuh kaki yang ditemukan di Rumania itu 'Balaur bondoc' yang artinya Naga Kekar, demikian tulis The Telegraph.

"Balaur bisa jadi salah satu predator terbesar di ekosistem ini karena tidak satu pun 'bigtooth' yang pernah ditemukan di Rumania setelah lebih dari 100 tahun penelitian," kata Dr Zoltan Csiki dari University Of Bucharest salah satu penulis dari laporan yang diterbitkan oleh jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Bigtooth atau Megalodon adalah hiu purba sekaligus predator bertulang belakang terbesar yang pernah terlacak sejarah, sementara menjelang akhir masa dinosaurus, pada periode Cretaceous Terakhir, daratan yang dikenal sebagai Eropa di era modern ini masih merupakan kepulauan.

Selain Balaur para peneliti juga menemukan di wilayah itu fosil dinosaurus seukuran sapi yang masih bagian dari raksasa sauropod dan dinosaurus berukuran sama dengan platipus.

Beberapa bagian rangka Balaur seperti kaki, pinggul, tulang belakang, lengan, tulang rusuk, dan tulang ekor ditemukan terkubur di bawah lapisan bekas banjir dekat kota Sebes, Rumania Tengah. Dinosaurus itu dipercaya masih merupakan bagian dari keluarga Velociraptor.

Meski demikian, mahluk itu mempunyai bangun tubuh yang lebih kokoh dengan kaki yang pendek, dan otot-otot yang kuat, menunjukan bahwa binatang itu lebih unggul dalam kekuatan ketimbang kecepatan.

Stephen Brusatte yang juga ikut dalam penelitian itu mengatakan bahwa Balaur adalah bibit baru dari dinosaurus predator.

"Balaur adalah bibit baru dari dinosaurus predator, sangat berbeda dari apa saja yang pernah kita tahu," kata peneliti dari Columbia University itu.

"Anatominya menunjukan bahwa mereka berburu dengan cara yang berbeda dibanding saudara mereka yang kurang kekar. Jika dibandingkan dengan Velociraptor, Balaur tampaknya lebih memikliki karakter 'kickboxer' ketimbang 'sprinter' dan berkemampuan mengalahkan binatang yang lebih besar ketimbang dirinya, layaknya yang sering dilakukan banyak karnivora dewasa ini," papar Brusatte.

Balaur memiliki lengan yang lebih kecil dengan tulang-tulang yang menyatu, yang membuatnya sulit untuk menggenggam. Para ilmuwan yakin tangan yang lebih rendah digunakan untuk memegang dan mencabik-cabik tubuh mangsanya.

source:metrogaya.com/home/naga-ternyata-pernah-ada



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Fosil Raksasa Jebal Barez, Salah Satu Hoax Terbaik di Dunia Maya

Wednesday, 8 September 2010

Pada Oktober 2005, seorang giantology bernama Eric Belson menceritakan mengenai seorang arkeolog Belanda bernama Casper Shilling yang menemukan kerangka makhluk raksasa yang muncul dari kuburannya setelah gempa besar melanda kota Bam, Iran. Kisah ini kemudian menjadi populer di Indonesia dan cukup menarik perhatian di dunia maya.

Walaupun berita mengenai penemuan kerangka itu pertama kali muncul pada tahun 2005, kisah misterius ini baru populer di Indonesia pada tahun 2008 hingga sekarang. Ini cuplikan berita yang beredar di Indonesia:
"Sebuah Fosil makhluk hidup berukuran raksasa (atau bahkan mungkin ultra) yang ditemukan di kawasan Jebal Barez ini sangatlah mengagumkan. Menurut para peneliti, mungkin inilah hewan purba terbesar yang pernah eksis didunia pada masa lalu, ukuran kepalanya saja bisa mencapai panjang 26 meter dengan ketinggian 8 meter!!!"
"Diperkirakan, fosil tersebut mungkin muncul akibat adanya gempa Bumi yang melanda Iran pada 26 Desember 2003 lalu. Reruntuhan batuan akibat gempa bumi di Jebal Barez telah membuka fosil tersebut, yang selama berjuta-juta tahun terkubur didalam bukit-bukit tandus berbatu."
"Tim satuan Kepurbakalaan Iran yang bertanggung jawab penuh atas penggalian sepakat. Mereka menegaskan bahwa ini merupakan kerangka hewan raksasa tunggal, mungkin salah satu hewan purba berjalan melata. Ukurannyapun lebih besar daripada jenis-jenis Dinosaurus yang pernah ada sebelumnya. Tetapi, apakah hewan ini termasuk dalam jajaran Dinosaurus atau bukan, itulah yang belum bisa diterangkan.
"Mungkin inilah yang disebut sebagai kemustahilan Biologis. Setidaknya, kira-kira perlu bertahun-tahun bagi para ahli arkeologi dan paleontologi untuk mengetahui secara pasti mengenai identitas makhluk misterius tersebut."
Nah, sekarang pertanyaannya adalah: Apakah kerangka yang disebut kemustahilan biologis tersebut benar-benar ada? Apakah penemuan itu benar-benar terjadi?

Jawabannya adalah: Tidak.

Untuk mendapatkan jawaban ini, tidak butuh analisa yang rumit. Jika kita googling mengenai kerangka Jebal Barez, maka kita akan segera mendapatkan jawabannya.

Kisah penemuan beserta foto yang ditampilkan ini sebenarnya hanyalah bagian dari sebuah viral marketing.

Kalian yang menggemari Playstation pasti akan menyukai ini. Soalnya, kisah ini dbuat untuk mempromosikan game "Shadow of the Colossus" dari PS2.

Pernahkah kalian memainkannya?


Game ini menceritakan mengenai seorang pemuda yang bernama Wander yang melakukan perjalanan panjang dengan kudanya untuk menyelamatkan seorang gadis. Untuk mencapai tujuannya itu, ia harus berhasil mengalahkan 16 raksasa yang disebut Colossi.

Aspek yang cukup menarik dari kisah ini adalah bagaimana sebuah proses marketing dilakukan dengan jenius (atau serius). Perlu diketahui kalau untuk mempromosikan game ini, Sony tidak hanya menciptakan kisah penemuan kerangka Jebal Barez, mereka juga menciptakan banyak kisah lainnya. Saya akan memberikan beberapa saja sebagai contohnya.

Mari kita lihat bagaimana proses viral marketing ini dilakukan sehingga membawa kesuksesan besar bagi Shadow of the Colossus.

Pertama, Sony menciptakan seorang tokoh bernama Eric Belson yang meluncurkan sebuah blog yang beralamat di giantology.typepad.com. Di blog itu, ia memberikan banyak data mengenai penemuan kerangka-kerangka raksasa di seluruh dunia. Belson mengklaim dirinya sebagai seorang giantology (istilah yang dia ciptakan untuk menyebut bidang keilmuannya).

Pada tanggal 1 Oktober 2005, Belson mengumumkan kalau ia telah membeli domain giantology.net. Di domain barunya itu, ia memposting mengenai kerangka Jebal Barez pada tanggal 5 Oktober 2005.

Pada bulan itu juga game Shadow of the Colossus diluncurkan di Jepang dan Amerika Utara.

Disinilah muncul tokoh Casper Shilling, seorang arkeolog Belanda yang disebut Belson menemukan kerangka di Jebal Barez. Tentu saja, Shilling juga seorang tokoh fiktif. Shilling menceritakan kisah penemuan kerangka tersebut di websitenya www.paleoshilling.nl.

Sama seperti website lain yang khusus diciptakan untuk viral marketing, setelah Shadow of the Colossus diluncurkan beberapa lama, baik website milik Belson maupun Shilling menghilang begitu saja dari dunia maya. Namun, karena kisahnya di copy paste ke berbagai blog, sekarang kita masih bisa mendapatkan foto-foto yang diposting oleh Shilling.

Mengenai raksasa Jebal Barez, kepala kerangka makhluk itu terlihat seperti sketsa di bawah ini:


Bandingkan dengan Colossi ketigabelas bernama Phalanx yang ada di game Shadow of the Colossus. Lihat kepalanya.


Mirip sekali.

Pada tanggal 6 Oktober berikutnya, Belson memposting mengenai laporan tv lokal India yang memberitakan mengenai penemuan sebuah kerangka raksasa yang terdampar di pantai Tamil Nadu setelah terjadinya Tsunami besar. Namun kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi pertama, Valus. Kerangka tersebut memang dibuat berdasarkan karakter Valus.


Pada 10 Oktober, Belson memposting mengenai penemuan sebuah kerangka raksasa oleh penyelam Australia Ed Guyler di laut dalam di wilayah Australia. Guyler percaya kalau kerangka itu dulunya adalah milik seekor belut raksasa. Namun kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi ketujuh, Hydrus, yang memang menyerupai belut raksasa.


Pada tanggal 21 Oktober, Belson memposting berita mengenai seorang ahli geologi bernama Arkady Simkin yang pergi ke Siberia untuk mencari minyak. Namun, ia malah menemukan bangkai raksasa yang disebutnya Taurus Major. Kisah ini sebenarnya dibuat untuk mempromosikan Colossi kedua, Quadratus.


Pada tanggal 18 November, Belson memposting mengenai keluarga Sayre yang ketika sedang berlibur di Peru tanpa sengaja menemukan sebuah patung raksasa yang mirip dengan salah satu robot transformer. Kisah ini malah dilengkapi dengan sebuah foto yang memperlihatkan sebuah hierogliph yang menunjukkan adanya ukiran patung tersebut. Padahal, kisah ini dibuat untuk mempromosikan Gaius, Colossi ketiga.


Pada tanggal 26 Desember, Belson memposting foto cuplikan koran mengenai penemuan hierogliph di Lusaka, Zambia, yang luar biasanya, memperlihatkan empat Colossi sedang bersama-sama.


Terlalu spektakuler dan sangat berbau hoax!

Pada pertengahan April 2006, blog Belson lenyap dari dunia maya. Pada akhir 2007, website milik Casper Shilling juga lenyap dari dunia maya. Saat itu, game Shadow of the Colossus telah menjadi blockbuster di seluruh dunia.

Dari enam kisah yang diposting Belson tersebut, hanya satu yang sepertinya lolos dan menjadi populer di Indonesia.

Viral Marketing yang dibuat untuk mempromosikan Shadow of the Colossus ini dianggap sebagai salah satu hoax online terbesar di dunia. Namun paling tidak, usaha ini tidak percuma karena penjualan game ini cukup baik sehingga masuk ke dalam daftar greatest hits Sony pada Agustus 2006.

Diantara kalian mungkin ada yang bertanya: "Brother enigma, apa keuntungan viral marketing seperti ini? Jika seseorang membaca kisah Jebal Barez, belum tentu orang akan mengkaitkannya dengan Shadow of the Colossus. Jadi apa untungnya bagi game tersebut?"

Disitulah jeniusnya. Justru tujuannya adalah supaya orang lain membongkar rekayasa ini. Contohnya seperti yang saya lakukan sekarang.

Jika kalian yang sedang membaca tulisan ini adalah seorang penggemar PlayStation dan belum pernah memainkan Shadow of the Colossus, saya yakin kalian akan segera pergi ke toko dan membeli CD gamenya. Dan hebatnya, saya tidak dibayar oleh Sony untuk menulis artikel ini.

Bukankah itu jenius namanya?

source: xfile-enigma.blogspot.com/2010/09/fosil-raksasa-jebal-barez-salah-satu.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: