Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label berani. Show all posts
Showing posts with label berani. Show all posts

Dicari Pasukan Berani Mati Untuk Dikirim ke Mars!

Thursday, 13 January 2011

Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.
Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.

Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi keterasingan, jauh dari Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.

Adakah orang yang nekat mengajukan diri untuk misi ke Mars? Ternyata ada.

Edisi khusus Journal Cosmology menjelaskan secara detil berapa dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan ke Mars sekitar 20 tahun mendatang. Sebanyak 400 pembaca menawarkan diri menjadi sukarelawan.

Editor jurnal, Lana Tao mengaku terkejut dengan respon para pembaca. "E-mail yang berisi keinginan menjadi sukarelawan sangat mengejutkan. Awalnya kami mengira ini hanya gurauan, namun setelah menerima banyak surat elektronik yang dilengkapi kualifikasi personal, dan alasan mereka bergabung. Kami sadar, mereka serius," kata dia, seperti dimuat situs FoxNews.com.

Apa yang membuat orang-orang ini mau jadi sukarelawan ke Mars? "Aku punya keinginan untuk menjelajahi alam semesta sejak kecil, dan tahu persis seperti apa kerja roket," kata salah satu sukarelawan, Peter Greaves kepada FoxNews.com. Greaves adalah ayah dari tiga anak.

Greaves menambahkan, "Aku membayangkan kehidupan di Mars akan sangat menakjubkan, menakutkan, sepi, sempit, dan sibuk."

"Tak seperti di Bumi, aku tak bisa lagi duduk di tepi sungai, memandang takjub pemandangan alam, memeluk teman-temanku, menarik nafas dalam di udara yang segar. Tapi pengalamanku akan sangat berbeda dari 6 atau 7 miliar orang di Bumi...ini sepadan dengan apa yang kutinggalkan."

Juga ada di dalam daftar, programer komputer berusia 69 tahun, mahasiswa asal Texas, perawat berusia 45 tahun, pendeta Paul Gregersen, dan pastor Clarno Zion United Methodist Church.

Mereka menyatakan diri siap meninggalkan Bumi secara permanen.

"Sejalan dengan makin membludaknya manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta," kata pendeta Paul Gregersen.

"Aku punya firasat, masalah spiritual akan muncul di antara para kru. Para penjelajah awal di Bumi juga selalu membawa ulama."

Namun, psikolog yang bekerja untuk Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan tak hanya persoalan spiritual yang akan dihadapi para perintis di Mars.

"Ini akan menjadi periode panjang keterisolasian dan kurungan," kata Albert Horrison yang telah mempelajari psikologis astronot sejak tahun 1970.

Ditegaskan dia, kehidupan di Mars tak akan seromantis yang dibayangkan. "Setelah suka cita peluncuran roket, dan sensasi menginjakkan kaki di Mars, akan sangat sulit untuk menghindari depresi. Semua hubungan dengan keluarga, teman, dan segala sesuatu yang akrab, terputus."

Setiap hari, tambah dia, akan berjalan membosankan. Meski dipersiapkan dan dibekali dengan baik dari Bumi, para kru tentu saja akan menghadapi permasalahan tak terduga, yang mungkin tak bisa diatasi. "Satu per satu kru akan tua, sakit, lalu mati."

Horrison mengingatkan, harus ada dukungan publik dan juga politik dalam misi ini. Jika tidak, misi ini hanya akan berakhir dengan kematian.

Tak cukup modal nekat

Siap mental dan berani mengajukan diri sebagai sukarelawan tentu saja merupakan hal yang baik. Namun, tak cukup modal nekat. Juru Bicara NASA, James Hartsfield merujuk pada syarat pengajuan aplikasi astronot yang diposting agen antariksa itu -- meski belum tentu NASA membiayai proyek ke Mars.

Untuk saat ini, persyaratan menjadi astronot adalah: punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.

Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.

Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang. (pet)


source: teknologi.vivanews.com/news/read/198745-400-orang-daftar-misi-berani-mati-ke-mars



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Orang Yang Berani Mengkritik Pak Karno dan Pak Harto

Friday, 29 October 2010

Ya beliau adalah Bung Tomo, nama Bung Tomo selalu disebut-sebut setiap Hari Pahlawan 10 November, Tapi, tokoh yang dikenal dengan semboyan “rawe-rawe rantas malang-malang tuntas” itu hingga kini tidak diakui pemerintah sebagai pahlawan nasional.

Seperti tradisi menjelang peringatan Hari Pahlawan pada tahun-tahun sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (9/11) juga mengumumkan pahlawan baru di Istana Negara. Namun, di antara empat nama yang disebutkan presiden, nama Bung Tomo kembali tak masuk dalam daftar.

Apa alasan pemerintah sehingga tidak kunjung memberikan gelar pahlawan nasional kepada pembakar semangat juang Arek-Arek Suroboyo pada pertempuran 10 November itu? Direktur Kepahlawanan, Kejuangan, dan Keperintisan Departemen Sosial Yusrizal mengakui bahwa pihaknya belum pernah mengusulkan nama Bung Tomo menjadi pahlawan nasional.

Alasannya, kata Yusrizal, ada persyaratan administrasi yang belum dipenuhi untuk mengusulkan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional. Apa itu? “Bung Tomo belum diseminarkan di daerah,” tegas Yusrizal.

Seminar itu, lanjut Yusrizal, dilakukan untuk mengetahui, apakah ada pihak yang berkeberatan dengan pengangkatan Bung Tomo menjadi pahlawan nasional atau tidak. “Nanti kalau sudah diseminarkan, akan diteliti oleh Badan Penelitian Pahlawan Pusat,” jelasnya.

Sementara itu, dari empat pahlawan baru yang diumumkan SBY, tiga di antaranya merupakan jenderal. Mereka adalah Mayjen TNI (pur) dr Adnan Kapau Gani, pejuang dari Sumatera Selatan; Mayjen TNI (pur) Prof Dr Moestopo, pejuang dari Jawa Timur; dan Brigjen TNI (Anumerta) Ignatius Slamet Rijadi, pejuang asal Jawa Tengah. Seorang pahlawan nasional baru lainnya adalah Dr Ide Anak Agung Gde Agung, pejuang dan diplomat dari Bali.

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso, kalau dibandingkan, sebenarnya nama Bung Tomo tak kalah besar dengan keempat pahlawan baru nasional tersebut. “Dosa besar SBY kalau tak menjadikan Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,” ujarnya saat penyerahan penghargaan kepada Bung Tomo di markas PP GP Ansor kemarin.

Penghargaan bagi Bung Tomo diterima anaknya, Bambang Sulistomo. Priyo didaulat Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf untuk menyerahkan penghargaan kepahlawanan itu. Karena pemerintah tidak mau memberi gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo, Ansor mengambil inisiatif tersebut.

Menurut Priyo, seluruh rakyat pasti setuju bahwa Bung Tomo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. Peringatan Hari Pahlawan 10 November, kata Priyo, identik dengan ketokohan Bung Tomo. “Saya juga kaget karena sampai sekarang Bung Tomo belum jadi pahlawan. Saya mendesak Presiden SBY segera mengambil alih karena anak buahnya lalai,” tegas Priyo.



Saifullah Yusuf menambahkan, sangat tragis bangsa Indonesia yang setiap tahun memperingati hari pahlawan, ternyata, melupakan tokoh sentral pada hari bersejarah tersebut. “Ansor dan Golkar minta pemerintah segera mengangkat Bung Tomo sebagai pahlawan nasional,” kata Saiful. Dalam kesempatan itu, Saiful juga mengangkat Bambang Sulistomo sebagai anggota kehormatan GP Ansor.

Keluarga pemilik nama asli Sutomo itu memang tidak pernah mempermasalahkan status kepahlawanan Bung Tomo. “Kami tidak akan pernah memohon,” ujar Bambang. Istri Bung Tomo, Sulistyowati, 82, juga ikhlas. “Bagi ibu, yang lebih penting rakyat mengakui. Tidak perlu pengakuan pemerintah,” lanjut Bambang.

Menurut Bambang, saat masih hidup, Bung Tomo pernah mengkritik Soekarno dan Soeharto ketika keduanya menjadi presiden. Bung Tomo pernah terlibat adu mulut dengan Bung Karno. Setelah itu, istri Bung Tomo, yang juga sahabat Fatmawati, melarang Bung Tomo datang ke istana.

Saat Orde Baru, pria kelahiran 1920 itu pernah mengkritik Soeharto soal pemerataan pembangunan. Soeharto pun marah dan memenjarakan Bung Tomo. “Bapak juga memberi wasiat tidak mau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mungkin ini yang membuat pemerintah tersinggung,” ungkap Bambang. Bung Tomo dimakamkan di pemakaman umum di Ngagel, Surabaya.

source: woamu.blogspot.com/2009/08/orang-yang-berani-mengkritik-pak-karno.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: