Showing posts with label Saat. Show all posts
Showing posts with label Saat. Show all posts
Arti Jawaban Cewek Saat Ditembak Cowok
Tuesday, 18 January 2011
at
10:58
Bagi cowok yang dag dig dug ingin menyatakan cinta dan ingin panduan untuk mengetahui apakah sebenarnya arti jawaban cewek atas pernyataan cinta nya. Dibawah ini adalah beberapa petunjuk yang bisa diambil.
Cowok: "Aku suka banget sama kamu .... Aku pengin kamu jadi pacarku."
Cewek: (Malu-malu) "Aku juga suka sama kamu, Ron".
Artinya : Jelas si cewek juga suka kamu, sampe ngomong terus terang gitu. Memang pernyataan cinta dari kamu lah yang ditunggu-tunggu dia.
Cewek: "Kaya'nya lebih baik kita temenan aja,dech. Khan kita dari dulu juga temenan".
Artinya : si Cewek pun sebenarnya suka sama kamu. Status "teman" hanyalah sebuah alasan saja agar dia bisa deket terus sama kamu.
Cewek: Jangan sekarang deh .... Aku pengin konsentrasi study-ku dulu
Artinya : Si cewek suka sama kamu, jawaban yang nggantung dan ngambang seperti ini hanyalah biar kamu penasaran dan tetap mempunyai harapan terhadap dia. Dengan gitu khan mereka bisa tetep deket. Kalau si cewek tidak suka, pasti dai sudah ngomong terus terang dan tidak menyuruh kamu tunggu.
Cewek: "Terus terang ya, Roy ... Aku nggak suka sama kamu. Aku benci sama kamu. Kamu Egois, Kamu bau, Kamu urakan, Kamu cowok males ! Pokoknya aku benciii sama kamu !!!
Artinya : Perhatian cewek sama kamu gede sekali. Bayangkan dia sampai tau kalau kamu bau segala. Bagaimana dia tau kalau kamu egois, urakan, dan malas kalau dia tidak perhatian sama kamu. Benar khan? Jadi, sangat mungkin kalau sebenarnya si cewek suka sama kamu lho.
Cewek: (Tertawa lepas) Haa..ha..uahaaa..ha.. kamu lucu deh kalau pas begini!
Artinya : si cewek sangat senang mendengar pernyataan cinta kamu. Ekspresi Tertawa bahagia tiada tara. Jelas banget kalau si cewek suka sama kamu sampai kamu dibilang lucu segala.
Cewek: Plak !! Plak !! (Ria 'menyentuh' pipi si cowok)
Artinya : Kamu spesial untuk si cewek. 'Sentuhan' tangan nya (bahkan sampai 2 X pasti meninggalakn bekas merah) adalah sentuhan yang tidak semua cowok bisa merasakannya. Peluang besar bagi kamu bahwa si cewek suka sama kamu.
Darah Manusia Ketika Berdoa , Sedih ,Takut, Dan Jatuh Cinta
Wednesday, 6 October 2010
at
07:53
Sebuah penelitian dilakukan oleh pakar EFT untuk menunjukkan bagaimana kondisi darah manusia disaat normal, sedih, gembira, jatuh cinta dan saat berdoa. EFT itu sendiri apa sih??? Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca disini. Oke, kita lanjutkan saja. Pakar EFT tersebut mengambil sampel darah seorang pasien (Rebecca) kemudian memotretnya dengan menggunakan “darkfield microscope” yang dihubungkan dengan monitor komputer. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.
Sebelum melakukan EFT ( sel darah merah menggumpal disebabkan oleh Lectin yang didapat dari alergi ayam & alpukat )
Sesudah melakukan EFT ( sel darah merah menjadi normal kembali )
Kemudian Rebecca melakukan EFT lagi dan mengundang emosi “sedih” dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT ( Dr. Felicy) mengambil sampel darahnya lagi.
Kondisi darah saat sedih ( sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata ). Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi “cinta” untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.
Kondisi darah saat merasakan cinta : ( sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul )
Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat “sedih” terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat “merasakan cinta”. Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat (ditunjukkan pada gambar dibawah dimana terlihat sel-sel darah saling berjatuhan). Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.

Kondisi darah saat merasa
Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara ( dalam islam disebut sifat “Jamaliah” Allah). Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.
Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.
Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan “sifat feminine Tuhan”. Dalam keyakinan agamanya ia sebut “divine mother”, sifat penyayang, penyantun dan pemelihara ( dalam islam disebut sifat “Jamaliah” Allah). Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi feminine itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini “saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya”, begitu Rebecca tersebut menggambarkan pengalamannya.
Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat komdisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain, cairah darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.

Kondisi darah saat "berdo’a" (timbul substansi putih berkilauan dan darah bergerak pelan dan sangat teratur)
source:unic77.blogspot.com/2010/10/darah-manusia-ketika-berdoa-sedih-takut.html
Saat Facebook Membunuh Karir Seseorang
Tuesday, 21 September 2010
at
17:02
Masih ingat dengan selebriti internet dadakan, Evan Brimob yang sempat melejit terkenal beberapa waktu lalu akibat status asalnya? “Polri gak butuh masyarakat tapi masyarakat yg butuh polri. maju terus kepolisian indonesia,telan hidup2 cicak kecil.” demikian status Evan yang kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak.
Belajar dari pengalaman Evan, kita memang perlu berhati-hati dalam segala hal, terutama dengan apa yang kita tulis atau katakan di depan khalayak ramai. Dengan adanya jutaan peminat dari seluruh dunia, facebook memang merupakan situs jejaring sosial yang bisa membantu seseorang menemukan teman lama atau keluarganya yang hilang. Tak hanya menghubungkan orang-perorangan, situs ini juga banyak dimanfaatkan oleh pengikutnya untuk berburu lowongan pekerjaan baru.
Namun, jika tak berhati-hati dengan status, komentar, profil, maupun foto yang ditampilkan, seseorang yang sudah mapan sekalipun juga tetap bisa kehilangan pekerjaan karenanya. Mari belajar dari kesalahan para facebookers ini dan jangan lakukan hal yang sama jika Anda tak ingin di-PHK dengan tidak hormat.
Komentar sarkasme
“Minta cuti sehari saja susahnya minta ampun. Nasib oh nasib kalau jadi pegawai kecil, tak seenak pegawai kesayangan bos”
Komentar sarkasme macam ini bisa membuat atasan manapun kebakaran jenggot dan naik pitam. Jika merasa marah pada seseorang lebih baik curhat saja pada sahabat baik atau keluarga yang bisa dipercaya, bukan di ‘tempat umum’.
Bocor mulut
“Gaji di tempatku cuma dua juta perak saja. Di tempatmu gimana? Lebih tinggikah?”
Mungkin awalnya tak ada maksud untuk membocorkan standar gaji perusahaan, namun ‘pembeberan tak sengaja’ ini pun bisa membuat semua orang tahu bahwa perusahaan yang dibicarakan hanya mampu membayar sejumlah itu.
Menghina rekan atau atasan
“Udah bau, senengnya dekat-dekat lagi. Sebal rasanya menghadapi si keriting itu. Mana bawel lagi…”
“Udah bau, senengnya dekat-dekat lagi. Sebal rasanya menghadapi si keriting itu. Mana bawel lagi…”
Memang tak semua teman dalam jaringan tahu siapa yang dimaksudkan dengan si keriting, namun jika si keriting merasa bahwa dirinyalah yang sedang dibicarakan (dan ia memang bau), plus parahnya lagi jika dia menjabat sebagai atasan, maka siap-siap saja untuk hengkang.
Memprovokasi orang lain untuk berbuat jahat
“Ayo Lin, katamu mau kerjain dia sepulang jam kantor! Biar nggak nyolot terus tuh orang..”
Bukan atasan toh yang dimaksud? Oh, ternyata cuma seorang rekan kerja biasa saja. Namun, bertolak dari komentar macam itu, bos bisa berpikir bahwa kalau rekan kerja bisa jadi sasaran, maka dirinya juga berpotensi untuk itu, apalagi jika seandainya suatu hari nanti si bos juga nyolot.
Salah upload foto
Ashley Payne, seorang guru di Apalachee High di Winder, Georgia, USA, mem-posting foto hitam putih miliknya saat ia sedang melakukan perjalanan ke Eropa. Gambar di foto itu menunjukkan bahwa sang guru sedang asyik menenggak minuman keras. Foto teladan buruk ini membuat pihak sekolah memecat pengajar yang menurut mereka telah memberi teladan buruk bagi murid-muridnya. Tragis!
Sedikit (saja kok) mengeluh
“Hari pertama kerja, dan hanya tumpukan data yang aku hadapi. Hmm, sama sekali tak menarik”
Walau keluhan di atas tampak biasa saja dan tak terlalu mencolok, namun setiap atasan pasti berpikir, bila bawahannya tak menyukai pekerjaan itu, lalu mengapa ia harus bertahan? Keluar sajalah!
Komentar yang diucapkan tidak pada tempatnya bisa membumi-hanguskan kehidupan dan dalam beberapa kasus di atas, pekerjaan plus nama baik seseorang. Sedikit perkataan memang lebih baik ya? (Kapanlagi.com)
STOP PRESS: Silakan sebarkan artikel yang penting ini untuk diketahui rekan rekan Anda di facebook
source: tohanasrudin.com/2010/09/19/saat-facebook-membunuh-karir-seseorang/
Saat-saat Terakhir Presiden Soekarno
Friday, 17 September 2010
at
15:59
Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.
Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa—dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah tampannya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan.
Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa—dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah tampannya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan.
Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.
Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…”.Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia koma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?”.
Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu.

Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…”.Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.
Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia koma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.
Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?”.

Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.
Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
“No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.
Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.
source:kaskus.us/showthread.php?t=2555554
Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil.
Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.
Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.
“No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.
Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.

Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.
Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.
Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.
source:kaskus.us/showthread.php?t=2555554
Anak Ini Selalu Berhenti Bernafas Saat Tidur
Sunday, 12 September 2010
at
09:27
liam derbyshire menantang vonis dokternya yang mengatakan ia tak akan bertahan hingga usia 11 karena penyakit anehnya dimana dia berhenti bernafas setiap kali tertidur. Sekarang orangtuanya harus memakaikan alat pendukung pernafasan setiap malam untuk menjaganya tetap hidup.
dia menderita sejenis kondisi langka yang disebut central hypoventilation, yang juga dikenal sebagai kutukan ondine, yang berarti dia berhenti bernafas setiap kali terlelap.
Keluarganya di gosport, hants, telah menghabiskan banyak biaya listrik untuk peralatan bantu pernafasan dan juga memasang lampu emergency jika terjadi mati listrik saat malam.
Liam bersekolah di sekolah khusus heathfield di fareham, hants, dan harus dipasangi tabung tracheostomy pernafasan untuk seumur hidup di tenggorokannya.
Dia pun sedang pemulihan dari kanker yang ia derita saat masih kecil. Namun meski begitu, liam menolak prediksi dokter.
ibunya, kim, 50, mengatakan, “setiap hari dokter merasa kagum betapa sehatnya dia. Dia melampaui semua dugaan. Kami harus terus mengawasinya. Dia bisa sangat aktif dan kemudian detak jantungnya bisa jadi benar-benar turun. Dia sangat bersemangat, dia fantastis. Dia senang tersenyum dan tertawa. Dia sangat penuh kasih-sayang. Dia memiliki semua sifat kebanyakan anak-anak. Setiap hari dalam hidupnya merupakan bonus.”
dr. Gary connet, yang merawat liam di southampton general hospital, hants, mengatakan, “ini benar-benar kondisi yang sangat langka. Liam adalah pasien pertama yang saya diagnosa dengan central hypoventilation saat saya datang ke rs ini 12 tahun lalu. Yang paling tidak biasa tentang liam adalah dia memiliki kanker yang tumbuh didalam dan ia memiliki masalah dengan usus besarnya. Saya tka bisa menemukan laporan apapun tentang anak-anak yang memiliki semua masalah ini dan hidup. Ini cukup mengagumkan. Saya akan mengatakan dia unik dalam skala dunia.”
kutukan ondine merupakan referensi terhadap mitos ondine, peri air yang memiliki kekasih yang tak setia. Ia bersumpah pada ondine bahwa di setiap nafasnya saat bangun tidur adalah pernyataan cintanya, dan ketika dia menyeleweng, peri itu mengutuknya jika kekasihnya itu tidur, dia akan lupa untuk bernafas.
Liam mendapatkan perhatian 24 jam dan seseorang dibayar untuk mengawasinya di malam hari supaya orangtuanya bisa tidur.
Dia memiliki ventilator berbatere jika dia tertidur di mobil atau pesawat. Dia harus memakan porsi besar makanan sehari-hari karena dia memiliki sistem pencernaan yang sangat kecil. Keluarganya menghabiskan £700 per bulan untuk makanannya sendiri karena pola makan liam yang tak biasa.
source: seventyone.wordpress.com/2010/08/27/anak-yang-berhenti-bernafas-saat-tidur/
Gaya-gaya Pembalap Saat Menikung
Tuesday, 31 August 2010
at
13:53
Presenter Berita Ambruk Karena Telan Nyamuk Saat Baca Berita
Tuesday, 3 August 2010
at
11:00
Ketika nyamuk mulai nyasar masuk tenggorokan lewat mulut sang presenter
Untung saja para crew Televisi lainnya langsung tanggap dan mengisi berita yang saat itu mengalami gangguan dengan spot iklan selama beberapa menit sembari mempersiapkan presenter pengganti. Kontan saja Nona Huang langsung dilarikan ke rumah sakit karena serangan asthma berat tersebut. Nafasnyapun saat itu tersendat sendat kritis hanya karena seekor nyamuk yang masuk tenggorokannya.
Detik detik saat sang nyamuk masuk tenggorokan Nona Huang
Ternyata seekor nyamuk bukan hanya berbahaya karena bisa menularkan penyakit malaria dan demam berdarah tapi kalau masuk tenggorokan bisa membuat gawat darurat juga. Apalagi bila korban memiliki penyakit asthma seperti kejadian yang menimpa Nona Huang ini.

Nona huang seorang presenter berita akhirnya harus menjalani perawatan di rumah sakit karena serangan nyamuk tersebut
source: ruanghati.com/2010/07/23/presenter-berita-cantik-ambruk-karena-telan-nyamuk-saat-baca-berita/
Beberapa Hal Ter- Saat Berlangsungnya Piala Dunia 2010
Wednesday, 14 July 2010
at
10:18
Gelaran akbar Piala Dunia 2010 sudah berakhir. Pemain terbaik, tim terbaik dan pencetak gol terbanyak sudah dipilih FIFA. Tetapi masih banyak lagi yang ter- di Afrika Selatan.
Pelatih terkontroversial: Diego Maradona
Mengenakan setelan rapi dan brewok berwarna abu-abu, Maradona selalu terlihat berapi-api di pinggir lapangan. Sangat semangatnya, sang legenda Tangan Tuhan itu terlihat seperti ingin ikut masuk ke lapangan saat Lionel Messi Cs beraksi. Sementara saat Albiceleste tidak bertanding, sang pelatih mengumbar komentar-komentar tajam.
Keputusan terburuk: Tidak disahkannya gol Frank Lampard
Tayangan ulang menunjukkan bola memantul sekitar satu meter di belakang garis gawang, namun wasit tidak mengesahkan gol yang bisa saja membawa kebangkitan bagi Inggris itu. Three Lions pun akhirnya dibantai Jerman 1-4.
Debutan terbaik: Mesut Ozil dan Thomas Muller
Perpaduan kedua pemain muda ini mengantar Jerman merebut tempat ketiga di Afrika Selatan. Bahkan, Muller merebut trofi Sepatu Emas setelah menyarangkan lima gol di Piala Dunia perdananya. Absennya Muller juga dianggap sebagai salah satu biang kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal.
Suporter ter-WOW!: Larissa Riguelme
Model pakaian dalam dan pendukung Paraguay ini berjanji akan berlari tanpa busana dengan tubuh dicat sewarna bendera Paraguay, jika Roque Santa Cruz dkk lolos ke semifinal. Namun meski tim kesayangannya gugur di perempatfinal, Riquelme tetap saja berlari telanjang sebagai ‘hadiah’ bagi timnasnya. Wow!
Peramal terjitu: Paul Sang Gurita
Gurita berumur dua tahun ini mulai tenar saat berhasil menebak kekalahan Jerman dari Serbia di fase grup. Setelah itu, ia sempat akan digoreng ketika ramalanya akan kekalahan Jerman di semifinal terbukti. Hingga turnamen usai, Paul menebak delapan laga dengan rekor 100 persen. Termasuk kemenangan Spanyol atas Belanda di final.
Gangguan terparah: Vuvuzela
Alat musik yang sudah dianggap sebagai bagian dari tradisi rakyat Afrika Selatan itu, meski baru muncul tahun 1970an, mengeluarkan suara seperti ribuan lebah yang mengambang di samping telinga Anda, tanpa nada dan tanpa akhir.
Pelatih terkontroversial: Diego Maradona
Mengenakan setelan rapi dan brewok berwarna abu-abu, Maradona selalu terlihat berapi-api di pinggir lapangan. Sangat semangatnya, sang legenda Tangan Tuhan itu terlihat seperti ingin ikut masuk ke lapangan saat Lionel Messi Cs beraksi. Sementara saat Albiceleste tidak bertanding, sang pelatih mengumbar komentar-komentar tajam.
Keputusan terburuk: Tidak disahkannya gol Frank Lampard
Tayangan ulang menunjukkan bola memantul sekitar satu meter di belakang garis gawang, namun wasit tidak mengesahkan gol yang bisa saja membawa kebangkitan bagi Inggris itu. Three Lions pun akhirnya dibantai Jerman 1-4.
Debutan terbaik: Mesut Ozil dan Thomas Muller
Perpaduan kedua pemain muda ini mengantar Jerman merebut tempat ketiga di Afrika Selatan. Bahkan, Muller merebut trofi Sepatu Emas setelah menyarangkan lima gol di Piala Dunia perdananya. Absennya Muller juga dianggap sebagai salah satu biang kekalahan Jerman dari Spanyol di semifinal.
Suporter ter-WOW!: Larissa Riguelme
Model pakaian dalam dan pendukung Paraguay ini berjanji akan berlari tanpa busana dengan tubuh dicat sewarna bendera Paraguay, jika Roque Santa Cruz dkk lolos ke semifinal. Namun meski tim kesayangannya gugur di perempatfinal, Riquelme tetap saja berlari telanjang sebagai ‘hadiah’ bagi timnasnya. Wow!
Peramal terjitu: Paul Sang Gurita
Gurita berumur dua tahun ini mulai tenar saat berhasil menebak kekalahan Jerman dari Serbia di fase grup. Setelah itu, ia sempat akan digoreng ketika ramalanya akan kekalahan Jerman di semifinal terbukti. Hingga turnamen usai, Paul menebak delapan laga dengan rekor 100 persen. Termasuk kemenangan Spanyol atas Belanda di final.
Gangguan terparah: Vuvuzela
Alat musik yang sudah dianggap sebagai bagian dari tradisi rakyat Afrika Selatan itu, meski baru muncul tahun 1970an, mengeluarkan suara seperti ribuan lebah yang mengambang di samping telinga Anda, tanpa nada dan tanpa akhir.
Suaranya menutup sorak sorai suporter, dan bahkan dianggap sebagai salah satu penyebab tidak atraktifnya penampilan tim peserta kali ini, karena sesama pemain tidak dapat berkomunikasi dengan jelas akibat tertutup bunyi alat musik tiup semacam terompet itu.
source: ujung-bumi.blogspot.com/2010/07/yang-ter-di-afrika-selatan.html
Labels:
artikel,
berita,
Berlangsung,
Bola,
Hal,
info,
informasi,
Piala Dunia,
Saat,
Sepak Bola,
Ter
0
comments
Subscribe to:
Posts (Atom)
Berlangganan
Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut:











