Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Perawan. Show all posts
Showing posts with label Perawan. Show all posts

Tes Keperawanan Wanita di Candi Sukuh, Jawa Tengah

Friday, 24 September 2010

Test Keperawanan alias cara mengetahui bahwa perempuan itu perawan atau tidak, ada cara paling asyik untuk mengetahuinya, jangan sekali-kali bertanya pada perempuan “apakah kamu masih perawan?” Karena pertanyaan demikian akan membuatnya tersinggung. Lebih baik ajak saja sang doi wisata ke sebuah candi, nah siapa tahu dia memang tidak tahu kalau sedang di test keperawanannya.

Candi Sukuh terletak di Desa Sukuh, Kelurahan Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Sukuh adalah candi peninggalan zaman Jawa kuno yang terletak di lereng Gunung Lawu sebelah barat, pada ketinggian lebih kurang 910 m di atas permukaan laut.
Jaraknya dari Solo kurang lebih 35 km dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat sampai di tempat. Dari Solo perjalanan menuju Karang Pandan kemudian menuju ke arah desa Kemuning, dan setelah kita jumpai simpang tiga, maka kita ambil arah yang menuju ke timur.
Dahulu kala kalau orang hendak mencapai puncak Sukuh harus melewati tangga batu yang panjang dari dataran sampai di halaman candi tersebut. Halaman Candi Sukuh sendiri terdiri dari 3 teras .
Memperhatikan susunan teras di Candi Sukuh banyak orang yang mencoba untuk menghubung-hubungkan dengan seni Mesir ataupun seni Meksiko. Karena untuk memasuki teras pertama kita harus melewati gapura, yang kalau kita perhatikan dari bawah gapura ini mirip pylon (gapura untuk memasuki piramida) dari Mesir.
Di sebelah kiri dan kanan pada gapura itu terdapat relief yang menunjukkan dengan jelas bahwa yang dimaksud adalah tahun tertentu.Kita lihat di sebelah kiri ada gambar seorang manusia yang ditelan oleh raksasa. Pada gapura terbaca candra sengkala “gapuro bhuto aban wong” .
Di atas sebuah pohon ada beberapa ekor burung, sedang di bawah ada seekor anjing yang memperhatikan peristiwa mengerikan. Perlu diketahui bahwa sastra jawa memberi angka-angka tertentu pada bangunan ataupun relief-relief pada barang yang terdapat pada setiap gapura Gapura berarti 9. Raksasa berarti 5, menelan berarti 3 dan manusia 1. Kemudian susunan angka itu di baca dari belakang dan terdapatlah tahun Jawa 1357 atau tahun Masehi 1437.
Sedangkan relief di sebelah kanan menunjukkan tahun yang sama dengan candra sengkala yang berbunyi “gapuro bhuto nahut bu(n)tut” yang berarti angka tahun 1359 caka. Relief ini berupa gambar raksasa sedang lari menggigit ular. Di atasnya terdapat mahluk yang sedang melayang-layang dan seekor binatang melata.
Dilantai kita melihat adanya relief Lingga (alat kelamin wanita) berhadapan dengan lawan jenisnya Yoni (alat kelamin laki-laki), mungkin suatu gambaran yang ada hubungannya dengan kenyataan bahwa Candi Sukuh dengan relief alat kelamin itu bertalian upacara-upacara kesuburan.
Yang pasti ini BUKAN suatu LELUCON KASAR, melainkan berdasarkan kepercayaan mistik tentunya. Konon, menurut cerita, UNTUK MENGETES KEPERAWANAN seorang gadis atau KESETIAANnya. Jika gadis tersebut berbuat serong, jika melewati relief tersebut AKAN sobek atau terlepas kainnya dan menitikkan darah (kalau pas Mens, gimana ya? Jangan mau di test deh). Kalau perilakunya tidak tercela akan selamatlah ia melewati relief Yoni dan Lingga tersebut.
Dan jika laki-laki yang berbuat serong, dengan melewati relief itu akan ketahuan, dengan bukti si lelaki AKAN TERKENCING-KENCING seketika. Nah lho, kalo mau nglewati jangan minum air banyak-banyak dulu deh. Sedang yang sudah punya istri/suami bila melangkahii relief ini pastinya pengin lagi he he he……pengin apa ya? Buktikan sendiri rasa keinginannya nanti.
Sebetulnya kalau mau menulis lengkap cerita tentang Candi Sukuh cukup banyak ceritanya, tulisan ini bagian kecil dari tulisan saya yang pernah di muat di media cetak secara bersambung tahun 1986 lalu, jadi aku menulis yang sesuai judulnya saja. Yang penting, lepas dari itu semua, kita wajib menghormati peninggalan-peninggalan nenek moyang sekecil apapun wujudnya, karena itu bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita yang patut dijunjung tinggi.
source:selintasberita.blogspot.com/2010/09/cara-test-keperawanan-cewek-anda-di.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Tes Keperawanan Bagi Siswa Lulusan SD-SMP di Jambi

Wednesday, 22 September 2010

JAMBI -- Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi Bambang Bayu Suseno, mengeluarkan wacana kontroversial soal penerimaan siswa baru (PSB) sekolah negeri di Jambi. Yakni, tes keperawanan bagi siswa lulusan SD-SMA. Jika tak lulus tes, alias tak perawan, seorang gadis tak bisa melanjutkan sekolah. Nah?

"Idenya sederhana. Bagi yang punya anak gadis, tentu takut anak-anaknya "dirusak" sebelum waktunya. Makanya, dengan tes keperawanan sebelum melanjutkan sekolah, anak-anak gadis otomatis bisa menjaga sendiri kehormatannya," beber Bambang Bayu Suseno, beberapa waktu lalu.

Kemarin (19/9), Bambang kembali mengulang wacana itu. Tampaknya dia serius. Saking seriusnya, dia siap mengajak berbagai pihak untuk mendiskusikan wacana tersebut, yang, katanya, bakal dituangkan dalam rancangan peraturan daerah (Ranperda) Provinsi Jambi gagasan Komisi IV.

"Kalau perlu kita buat diskusi, semua boleh kasih pendapat. Memang kontroversial, tapi tujuannya kan baik, menjaga moral anak-anak kita," jelasnya.

Bambang berpendapat, jika siswa yang terlanjur sudah menikah dilarang bersekolah di sekolah negeri, kenapa siswa yang tak perawan masih boleh bersekolah. Padahal, prakteknya hampir sama, siswi bersangkutan posisinya bukan lagi sebagai seorang gadis. Dasar hukumnya memang belum dipelajari lebih jauh oleh Bambang.

Aswan Zahari, Ketua Komisi IV, secara tidak langsung memberi dukungan atas wacana tes perawan pada PSB tersebut. Namun, Aswan terkesan enggan bicara banyak. "Perlu dibahas," jelas Aswan, beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, selama ini pergaulan anak-anak remaja di Jambi kian memprihatinkan. Kedekatan lawan jenis semakin sulit diawasi orang tua. Pacaran yang menjurus ke arah eksploitasi seksual, dikhawatirkan sudah terjadi. Kondisi ini, tentunya membuat semua orang tua yang memiliki anak gadis, bakal cemas setengah mati. "Seperti saya, semua anak saya perempuan," ujar polisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, lagi.

Dinilainya, pengawasan sekolah, orang tua, sangat lemah terhadap pergaulan remaja saat ini. Makanya, tak ada pilihan lain selain menyerahkan pengawasan sepenuhnya kepada anak itu sendiri. Dari sana lah, muncul ide pembuatan ranperda tes keperawanan pada PSB.

Dengan tes keperawanan membayangi, tiap anak gadis secara otomatis bakal menjaga kegadisannya dengan sendiri. Dia tak mudah dipengaruh, tak mudah dibujuk dan tak mudah menyerahkan diri kepada pacar, teman atau pihak lain yang mencari keuntungan dari anak usia belasan.
"Sebab, kalau nanti dites, dan ternyata dia tidak perawan lagi, langsung dinyatakan tak bisa melanjutkan ke sekolah," jelasnya.

Prakteknya nanti, siswi lulusan SD yang akan meneruskan pendidikan ke SMP, akan diterapkan tes keperawanan. Begitu pun lulusan SMP menuju SMA dan SMA menuju perguruan tinggi, semua harus lewat penjaringan tes keperawanan.

Akankah berlaku dalam waktu dekat" Soal ini, Bambang juga sudah mempunyai pemikiran antisipasi. Katanya, tes keperawanan pada PSB itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Perlu sosialisasi dan pelaksanaan yang bertahap.

Misalnya, tahun ini diterapkan untuk SD masuk SMP, "kalau anak-anak kan tak terlalu mengkhawatirkan, jadi bisa langsung diterapkan," jelasnya.

Tahun berikut, baru dilanjutkan SMP masuk SMA dan SMA masuk PT. Secara garis besar, wacana ini memang perlu dibahas lebih dalam lagi. Aturan-aturan yang dibuat nanti, harus tidak bertentangan dengan undang-undang. Jika ranperda tes keperawanan pada PSB bisa ditelurkan Jambi, sudah pasti Jambi bakal jadi provinsi yang pertama punya peraturan seperti itu. "Intinya, perlu didiskusikan lagi," jelasnya.

Terpisah, Sudirman, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, sempat mengemukakan beberapa pandangan soal wacana itu. Menurut Sudirman, ranperda tes keperawanan pada PSB, kemungkinan bisa melanggar hak azasi manusia. Selain itu, ada beberapa peraturan perundang-undangan yang juga dilanggar. Seperti undang-undang pendidikan.

"Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan, ini amanat undang-undang loh. Jadi, siapapun, baik perawan atau tidak, berhak bersekolah," beber Sudirman, beberapa hari lalu.

Meski begitu, Sudirman tetap memberi peluang wacana itu berkembang. Apalagi, perda inisiatif adalah hak dari anggota dewan. "Tapi perlu dipelajari lagi lah, walaupun tujuannya bagus," jelasnya.

Sementara, Sulaiman Abdullah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi, ketika dikonfirmasi soal wacana pembuatan ranperda itu, langsung menyambut baik. Katanya, moral remaja memang perlu dipelihara.

Tes keperawanan pada seleksi masuk sekolah, bisa saja diterapkan. Dan perda yang mengatur itu, boleh saja dirancang, "asal tidak melanggar aturan yang ada," tandasnya.

source: metronews.fajar.co.id/read/105271/10/tak-perawan-tak-bisa-sekolah



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: