Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Lumpur. Show all posts
Showing posts with label Lumpur. Show all posts

Masjid Agung Djenné, Masjid Unik Yang Terbuat Dari Lumpur

Saturday, 20 November 2010

Masjid Agung di Djenné, Mali tidak hanya bangunan yang terbuat dari Bata dengan bahan dasar lumpur terbesar di dunia, tetapi juga sebuah model arsitektur ecofriendly dan berkelanjutan, menurut Infomrasi bahwa bangunan ini dibangun pada tahun 1200 hingga 1300, dan mengalami kerusakan parah. kemudian masjid ini dibangun lagi oleh pemerintah kolonial Prancis pada tahun 1906, gaya bangunan tersebut masih mengadopsi gaya Afrika di wilayah tersebut. Bahkan, masjid dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu contoh terbaik dari gaya arsitektur, contoh lain termasuk Agadez Masjid Agung di Nigeria dan Masjid Larabanga di Ghana.

Masjid Agung di Djenné, Mali Yang Rusak
Apa itu sebenarnya batu Bata dari lumpur? yang juga disebut adobe (tidak ada hubungannya perusahaan Adobe), merupakan bahan bangunan benar-benar alami. dimana bahan bangunannya terbuat dari pasir, tanah liat, air dan bahan perekat organik seperti jerami, tongkat atau bahkan pupuk kandang, struktur yang dihasilkan dikenal sangat tahan lama dan kokoh.
Dinding Masjid Agung terbuat dari bata lumpur yang dijemur di sinar matahari (disebut ferey)
Lumpur yang dilapisi dengan plester lumpur yang halus rapih. Dinding bangunan yang dihiasi dengan bundel kelapa sawit (Borassus aethiopum) atau di sebut Toron dengan ukuran sekitar 60 cm (2 kaki) dari permukaan, toron ini juga berfungsi sebagai "ready made" untuk perbaikan tahunan.

Keramik dipasang untuk menjaga agar air hujan dapat melewati bangunan dan langsing keluar, dimana keramik ini di pasang di atas bangunan. Masjid ini dibangun diatas fondasi berukuran sekitar 75 m x 75 m dan berada pada ketinggian 3 meter di atas permukaan tanah terdapat 6 set tangga, masing-masing dihiasi di puncaknya. Masjid Agung di Djenné, Mali Tahun 2010 (Umurnya sudah kira-kira 700- 800 Tahun, Jadi Sudah Sangat terbukti Mengatasi Gangguan Seperti Hujan dan Air)
Setiap tahun, masjid Djenné mendapat perawatan atau perbaikan dalam rangka menyambut berbagai perayaan festival rakyat sebagai hiburan yang luarbiasa, serta menyenangkan bagi masyarakat Djenné. Masjid Agung Djenné adalah salah satu “Situs Warisan Dunia” yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1988″, yang dapat dikunjungi setiap saat, tetapi tidak dibolehkan memasuki bangunan, kecuali anda Muslim. Masjid Agung ini telah ditutup untuk non-Muslim pada tahun 1996, akibat dari kerusuhan dan penembakkan salah seorang official fotografi majalah Vogue Prancis di dalam masjid.

source: 18nu.blogspot.com/2010/11/masjid-terbuat-dari-lumpur-yang.html



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Dukun-dukun Turun Gunung Coba Hentikan Semburan Lapindo

Thursday, 14 October 2010

Akhirnya Kokolot Perintahkan Para Dukun Baduy Turun Gunung Menghentikan Semburan Lumpur Lapindo - Para Dukun Baduy Turun Gunung Membantu Hentikan Semburan Lumpur Lapindo - Sebanyak 13 utusan dari suku Baduy akan melakukan ritual untuk menghentikan semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. "Kami diutus Kokolot (sesepuh) Baduy dalam dan Baduy luar untuk melakukan ritual adat panambaan (menyembuhkan) lumpur Lapindo," kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Lebak, Banten, Jaro Daenah, seusai menemui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

http://image.tempointeraktif.com/?id=50089&width=274
Utusan dari suku Baduy, Banten menemui Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Surabaya. TEMPO/FatkhurRohman Taufiq

Mereka menemui Saifullah Yusuf untuk meminta izin menjalankan ritual, Selasa sore ini (12/10). Jaro Daenah mengatakan, mengatasi semburan lumpur Lapindo adalah juga tanggung jawab mereka.

Menurut Jaro Daenah, Jawa Timur dalam pandangan suku Baduy adalah kaki dari alam, sehingga jika ada penyakit termasuk bencana Lapindo maka sudah merupakan kwajiban dari mereka untuk melakukan penyembuhan. Suku Baduy merasa semburan lumpur Lapindo akibat kesalahan mereka yang tidak bisa menjaga alam.

Ritual dilakukan melalui upacara adat dengan membakar kemenyan, suguhan nasi tumpeng, serta melakukan doa-doa bersama di sekitar semburan lumpur. "Pesan dari kokolot, ritual harus dilakukan hari Selasa sore ini," ujarnya.

Dengan mengenakan baju khas Baduy yaitu baju pangsi, topi lonar serta tas koja yang terbuat dari serat pohon, 13 utusan suku baduy ke Jawa Timur menggunakan sebuah Bus.

Biaya transportasi maupun akomodasi selama menjalankan ritual ditanggung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Sebelum menggelar ritual menghentikan semburan lumpur Lapindo, para tokoh adat Baduy tersebut telah menggelar berbagai ritual, di antaranya menghentikan letusan Gunung Merapi dan Gunung Galunggung.

Gus Ipul –sapaan akrab Saifullah Yusuf menyambut baik kedatangan utusan suku Baduy. Menurut Gus Ipul, seluruh usaha untuk menghentikan semburan Lumpur di Porong, termasuk yang bersifat ilmiah maupun ritual keagamaan dan adat memang diperlukan. "Saya dukung, karena saya termasuk yang percaya pada hal-hal seperti ini," tuturnya.

Setelah meminta izin Gus Ipul, utusan suku Baduy itu kemudian diantar beberapa staf Gus Ipul ke lokasi semburan. Ritual rencannya digelar selama satu jam di lokasi terdekat dari pusat semburan.

source( tempointeraktif.com )



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: