Indahnya berbagi ....

Download Film Gratis Tersedia Disini Silahkan Cari Pada Kolom Pencarian Sebelah Kanan. Terima Kasih.
Showing posts with label Kiamat. Show all posts
Showing posts with label Kiamat. Show all posts

Kiamat Menurut Ilmu Alam Semesta

Thursday, 6 January 2011

Tanda-tanda Kiamat


Kiamat Menurut Ilmu Alam Semesta

Bahwa bumi akan hancur berkeping-keping seperti kapas berterbangan. Beberapa penelitian ilmuwan membuktikan bahwa kiamat adalah kepastian. Hanya kapan itu terjadi adalah rahasia Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, mari kita lihat pandangan dan perhitungan para ilmuwan.

Jika kita rajin mendengar keterangan-keterangan dariweb NASA, mereka pernah mengatakan bahwa sudah banyak planet yang berbalik arah putar. Jika pada planet bumi kita ini matahari masih terbit dari arah timur, maka dalam beberapa tahun ini terdapat beberapa fenomena baru yang menurut mereka planet lain sudah mulai berbalik arah dan matahari terbit dari arah barat. Dari sisi ilmiah, inilah pertanda akhir jaman mendekati kiamat.

Pertama : Mengenai planet X (nibiru).
Adalah menurut para ilmuwan, dari sekian banyak planet yang berbalik arah putar. Mereka menemukan adanya planet dari galaksi lain yang bergerak memasuki orbit dalam tata surya kita. Planet ini kemudian diberi nama planet X (Nibiru).
Planet X
Planet Nibiru adalah bintang lain yang tertarik gravitasi matahari lalu masuk ke tatasurya kita. Parahnya dia berrevolusi berlawanan dengan revolusi bumi dan planet lain di tatasurya kita. Jalurnya pas di jalur bumi. Sehingga pada suatu masa bumi akan ditabrak oleh benda yang besarnya 100 kali lipat dengan sama-sama kecepatan superdahsyat. Bisa dibayangkan seperti apa kemungkinannya. Pasti hancur berkeping-keping.
Inilah perbandingan besar bumi dengan Nibiru
Ilmuwan menyebut 50 tahun lagi planet x ini akan memasuki orbit tata surya kita sejak ditemukan tahun 2003. Berarti kiamat boleh terjadi pada tahun 2053 ? Allah-lah Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa.
Kira-kira seperti inilah kalau bumi kita di tabrak

Yang kedua. Awan Smith.
Awan Smith, diambil dari nama Gail Smith, seorang astronom AS yang mendeteksinya pertama kali pada tahun 1963 saat meneliti di Universitas Leiden, Belanda.
Awan Smith
Awan Smith adalah Gumpalan awan raksasa yang mengandung gas hidrogen dalam volume sangat besar tengah melesat mendekati piringan Galaksi Bima Sakti, tempat tata surya kita berada. Jika dilihat dari Bumi, lebar gumpalan awan tersebut sebanding dengan 30 kali lebar Bulan. Awan Smith membawa energi sangat besar berupa gas hidrogen yang cukup untuk membentuk jutaan bintang seukuran Matahari. Awan Smith merupakan gumpalan gas yang berukuran panjang mencapai 11.000 tahun cahaya dan lebar 2.500 tahun cahaya.

Objek tersebut saat ini berada 40.000 tahun cahaya dari Bumi dan 8.000 tahun cahaya dari piringan Bimasakti. Objek yang pantas disebut kabut monster di ruang kosmos ini bergerak dengan kecepatan 240 kilometer perdetik dan diperkirakan menabrak piringan galaksi Bimasakti dengan kemiringan 45 derajat Tabrakan dahsyat yang diperkirakan terjadi antara 20-40 juta tahun lagi akan menghasilkan kembang api spektakuler di langit.

Ketiga : Tabrakan galaksi Andromeda.
Galaksi Andromeda.
Galaksi paling dekat dengan galaksi kita adalah Andromeda. Saat ini galaksi andromeda melayang mendekati bimasakti dengan kecepatan 300.000 mil per jam, 100 kali lebih cepat daripada peluru yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ketika bertabrakan, Andromeda akan mengubah galaksi bimasakti kita selamanya.

Perkiraannya; Galaksi Bima Sakti akan bertabrakan dengan Galaksi Andromeda yang berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari bumi. Cemas? Jangan dulu, karena terjadinya masih empat miliar tahun lagi.

source: aalmarusy.blogspot.com/2010/10/tanda-tanda-kiamat.html




DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Bagaimana Asteroid Memusnahkan Kehidupan di Bumi

Sunday, 14 November 2010





Asteroid sudah berkali-kali membuat kehidupan di bumi kiamat. Peneliti Purdue University menciptakan simulasi agar orang dengan mudah mengetahui dampak asteroid pada bumi.

Orang bisa memilih bagian Bumi mana saja yang akan dihancurkan dan seberapa besar efek kerusakan. Bahkan, bisa memilih caranya. Tsunami? Gempa Bumi?. Menurut Profesor Jay Melosh, ilmuwan bumi dan atmosfer di Purdue University, teknologi menyangkut kerusakan planet itu bahkan balita pun bisa memanfaatkannya.

Sebenarnya, teknologi yang dibuat Melosh adalah simulasi yang mudah digunakan. Media ini memaparkan berbagai asteroid yang potensial bisa menghancurkan Bumi. Dengan memilih karakteristik batuan kosmik seperti ukuran, kecepatan, kepadatan sudut pendekatan dan sebagainya, maka akan diketahui kerusakan yang dihasilkan dari tabrakan materi luar angkasa itu ke Bumi.

Situs itu selain membantu guru memberikan informasi soal fisika dan sejarah tabrakan asteroid ke murid, juga membantu ilmuwan NASA dan Departemen Pertahanan AS mempelajari skenario terburuk tabrakan asteroid ke Bumi.

Sistem tata surya sendiri selalu menjadi ajang pamer tabrakan materi mengingat banyaknya debu dan batuan luar angkasa. Sekitar 100 ton debu dari komet dan asteroid menabrak Bumi setiap hari. Ini termasuk batuan sebesar mobil, meskipun pecah di atmosfer sebelum benar-benar mencapai tanah. Namun, setiap 100 tahun, materi besar mendekati bumi.

Misalnya pada 30 Juni 1908, sebuah asteroid yang diperkirakan berdiameter 37 meter, jatuh di atas Sungai Tunguska, Siberia. Ini menciptakan ledakan setinggi 8.500 meter dan setara dengan 185 energi atom yang menghancurkan Hiroshima. Selain itu, Kawah Barringer sangat luas di Padang Arizona, kemungkinan disebabkan asteroid berdiameter 50 meter yang menabrak bumi 50 ribu tahun lalu. Dinosaurus diperkirakan musnah akibat asteroid selebar 14 kilometer yang menabrak Bumi 65 juta tahun lalu.

Sejak 1995, Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA menganggap serangan asteroid sebagai hal paling serius. Mereka melacak asteroid yang berada di dekat bumi dengan bantuan Palomar Observatory di California Institute. Meskipun JPL mengirim banyak peringatan, tapi bahaya asteroid tetap saja ada.

April lalu misalnya, sebuah asteroid yang bernama 2010 GA6 berada di dekat bumi dengan jarak 270 ribu mil. Ini hanya sedikit lebih jauh 30 ribu dibandingkan jarak bulan. Tiga bulan sebelumnya, objek lain bahkan berada di jarak 76 ribu mil.

Program menjaga Bumi tidak hanya dilakukan Departemen Pertahanan AS dan NASA, tetapi juga Angkatan Udara AS, United State Geological Survey (USGS) dan pemerintah negara lain. Mereka menciptakan skenario pascabenana dan mengeksplorasi teknologi yang mampu melacak kedatangan asteroid. Metode itu termasuk penggunaan pesawat luar angkasa tidak berawak.

Studi menggunakan media web lebih cepat, meskipun kurang akademis dalam mempublikasikan dampak asteroid. Asteroid dapat menyebabkan faktor tak terduga seperti dampak kiloton energi, radius puing-puing asteroid dan lainnya.

Padahal, kalkulasi ini sangat penting untuk menentukan potensi dampak bencana, ujar John Spray, direktur pusat ilmu planet dan luar angkasa di University of New Brunswick, Kanada. Namun, simulasi ini bernilai positif karena banyak digunakan instansi pemerintah dan kelompok ilmiah untuk meneliti peristiwa luar angkasa.

source: teknologi.inilah.com/read/detail/972392/ingin-tahu-kiamat-akibat-asteroid



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Salah Hitung, 'Kiamat' Bangsa Maya Bukan 2012

Friday, 22 October 2010


Tahun 2012 pernah jadi sangat penting dan membuat ketar-ketir gara -gara muncul film Hollywood bertema kiamat, '2012'.

Film besutan sutradara Roland Emmerich itu memanfaatkan mitos akhir penanggalan Bangsa Maya, 21 Desember 2012, sebagai hari kehancuran dunia.

Saat ini, tahun 2012 kembali disebut-sebut gara-gara terbit buku berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World" (Kalender dan Tahun II: Astronomi dan Waktu di Dunia Kuno dan Abad Pertengahan) terbitan tahun 2010.

Namun, jangankan soal kebenaran ramalan kiamat. Buku itu malah mengungkap perhitungan akhir kalender 'Long Count' Maya diduga kuat tidak akurat. Selisihnya bisa 50 sampai 60 tahun.

Bagaimana bisa?

Isu besarnya, saat meneliti kalender kuno, arkeolog berusaha mengkorelasikan frame waktu mereka dengan kalender modern (Gregorian).

Misalnya, momentum-momentum penting Bangsa Maya seperti kelaparan perang, perayaan agama -- diterjemahkan dalam format hari/bulan/ tahun masa kini.

Para ahli Maya berusaha menemukan momentum penting yang bisa menghubungkan kelender 'Long Count' dengan Gregorian.

Untuk itu, para ilmuwan Maya menggunakan faktor korelasi yang dinamakan 'Konstanta GMT'. Inisial GMT didapatkan dari nama penemunya -- Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.

Adalah profesor Gerardo Aldana dari dari University of California, Santa Barbara yang mempertanyakan validitas korelasi -- berdasarkan adanya miskorelasi peristiwa astronomi di masa lalu.

Aldana menuliskan hal itu dalam bab khusus di buku "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World"

Kata dia, Bangsa Maya adalah astronom yang canggih di jamannya. Mereka juga teliti merekam kejadian di langit saat malam hari.

Bangsa Maya mendokumentasikan fase Bulan, gerhana, dan bahkan melacak pergerakan Planet Venus. Catatan mereka memungkinkan mereka untuk memperkirakan siklus astronomi masa depan dengan akurasi besar.

Menurut Aldana, meski GMT menggunakan sumber bukti astronomi, arkeologi, sejarah untuk mengkorelasikan 'Long Count' dengan kalender modern, ada keraguan ketika bukti-bukti itu ditafsirkan dari artefak Maya kuno dan teks kolonial.

Misalnya, peristiwa penting, tanggal pertempuran yang ditetapkan penguasa Dos pilas (situs Maya di Guatemala). Penguasa Balaj Chan K’awiil memilih tanggal ini berdasarkan penampakan 'Chak Ek'.

Oleh arkeolog Stockholm University, Johan Normark, 'Chak Ek' diartikan sebagai Venus. Namun, Aldana dalam studinya menentang hal itu. Kata dia, 'Chak Ek' adalah meteor.

Bayangkan, jika kejadian dikorelasikan dengan Venus tapi sejatinya itu berkaitan dengan peristiwa acak seperti halnya penampakan meteorit? Jelas hasil dari menghubung-hubungkan waktu dalam kalender Maya dengan kalender modern acak-acakan dan pasti selisih.

Dalam tulisannya, Aldana menyajikan beberapa alasan mengapa konstanta GMT tak bisa diandalkan. Dia bukan orang pertama yang meragukannya.

Namun, penelitian lebih lanjut seperti penentuan waktu dengan radiokarbon perlu dilakukan untuk mendukung dalilnya.

Jadi, masih percaya kiamat bakal terjadi 2012?

source:teknologi.vivanews.com/news/read/183819-salah-hitung---kiamat--bangsa-maya-bukan-2012



DOWNLOAD FILM GRATIS DAN ARTIKEL LAIN DISINI! Photobucket

Related Posts with Thumbnails

Berlangganan

Anda Suka Dengan Blog ini?
Temukan apos blog Di:
Ingin Dapat Artikel Terbaru?
rss Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut: