Para ilmuwan menemukan spesies baru cumi-cumi di Samudra Hindia. Penemuan itu dilaporkan International Union for the Conservation Nature Senin kemarin (15/11/10). Species cumi itu sendiri termasuk dalam famili chiroteuthid.
Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm serta memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya. Menurut laporan IUCN, spesies itu ditemukan di bagian dasar laut yang terjal.
Sejauh ini, telah ditemukan sejumlah 70 spesies cumi-cumi dalam ekspedisi tersebut. Keseluruhan spesies cumi-cumi itu mewakili 20 persen dari spesies cumi-cumi yang ada di dunia.
"Selama 10 hari ini, para ilmuwan bekerja dengan mikroskop untuk mengidentifikasi berbagai jenis ikan, cumi dan makhluk laut menarik lainnya," ungkap Alex Rogers, ahli biologi kelautan dari Zoological society of London.
Carl Gustaf Lundin, Pemimpin IUCN Global Marine Programme mengatakan bahwa penemuan spesies baru ini tidak hanya akan memuaskan para ilmuwan yang bekerja di lapangan. ""Penelitian ini juga berguna bagi pengelolaan ekosistem di Samudra Hindia serta ekosistem laut dalam secara global."
Penemuan spesies cumi-cumi itu merupakan bagian dari ekspedisi penelitian menggunakan kapal riset yang tahun lalu mengarungi Samudra Hindia untuk mengumpulkan sejumlah 7000 sampel makhluk hidup hingga kedalaman 1200 meter.
Ini cumi kolosal besar tertangkap pada 14 Mei 2008 memecahkan rekor dunia sebagai cumi-cumi terbesar di dunia yang tertangkap. Dengan berat 495kg dan panjang 6 meter, cumi-cumi kolosal besar ini mengalahkan rekor sebelumnya dari cumi-cumi terbesar tertangkap di Selandia Baru dengan bobot 450kg. Sekarang cumi-cumi terbesar di dunia ini disimpan di Museum Te Papa Wellington .. The Colossal Squid (Mesonychoteuthis hamiltoni, dari mesos Yunani (tengah), onyx (cakar), dan teuthis (cumi)), kadang-kadang disebut Antartika atau Giant Squid Cranch, diyakini sebagai spesies cumi-cumi terbesar. Ini dikenal dari genus Mesonychoteuthis. Meskipun diketahui dari hanya beberapa spesimen, perkiraan saat ini menempatkan ukuran maksimumnya di 12-14 meter (39-46 kaki), berdasarkan analisis spesimen yang lebih kecil dan belum dewasa, membuatnya menjadi invertebrata terbesar yang diketahui.
Berikut adalah gambar Terbesar Dunia terakhir Squid Terperangkap di Selandia Baru
Jutaan cumi-cumi raksasa pembunuh sekarang ga cuma ngabisin ikan, sekarang mereka uda mule nyerang manusia. Monster laut ini terbangun dari tidur panjangnya..
Diberitakan 2 nelayan meksiko diseret dari perahu mereka dan 'dikunyah' sama cumi ini sampe ga ngebentuk lagi, saking ga ngebentuknya, jenazah keduanya ga bisa dikenali lagi sama keluarganya.
Ga heran cumi raksasa ini dikenal dengan nama 'diablos rojos' - red devil - MU?
Cumi monster selama ini cuma dikenal sebagai legenda, tapi para nelayan dan biologis kelautan menyatakan kalo legenda uda berubah jadi kenyataan. Cumi raksasa uda nguasai 10000 mil wilayah perairan chili sampe alaska.
Kisah para nelayan itu bakal dipublikasiin di channel five documentary minggu ini.
Sejak 2002, cumi raksasa humbolt (dinamai gini sama seorang penjelajah dari jerman abad 18), uda mule ngabisin stok ikan di pasifik, Kalo dulu cuma berkeliaran di perairan meksiko, sekarang mereka uda nyebar di seluruh pasifik.
Seekor betina sanggup ngeluarin 30 juta telur sekali brojol, dan kesemuanya berpotensi jadi monster yang mematikan.
Para ahli biologi sampe harus make chain mail buat ngelindungin diri dari cumi sepanjang 8 kaki, seberat 100 kilo dan punya 40000 'gigi' di 2 tentakel utama mereka. Bayangin kalo tentakel itu kena kita:
Makhluk ini juga punya 8 'kaki' yang ngebikin mereka bisa renang dengan kecepatan 15mph.
Salah satu penyelam dari US special forces, Scott Cassell mempertaruhkan idupnya dalam penelitian ini, dia sempat diserang sama cumi raksasa di perairan chili.
Dia bilang, "Dalam waktu lima menit bahu kanan saya ditarik dari tempatnya. Ada 30 'cap' besar di kepala dan tenggorokan dan satu cumi memukul saya begitu keras sampe aku melihat bintang-bintang. Mereka kemudian menarikku ke bawah begitu cepat sehingga saya tidak sempat menyesuaikan tekanan dan saya kehilangan gendang telinga saya."
Menurut para ahli, cumi ini bisa sampe ke pasifik gara-gara perubahan iklim yang ngebikin laut pasifik makin anget. Nah, gara-gara pasifik makin anget jadinya cumi raksasa betah disana.. Keberadaan cumi raksasa juga mengancam lingkungan, pasalnya seekor cumi bisa ngabisin 27000 pon ikan dalama 2 taun.
Cumi-cumi ini terdampar di pantai wellington, new zealand pada 8 agustus kemaren, menurut ahli, penyebab terdamparnya cumi ini gara-gara diserang makhluk lain di laut.
Bangkai cumi ini sendiri pertama terlihat di Houghton Bay di selatan wellington. Menurut ahli dari Te Papa, panjang dari cumi ini mencapai 4 meter. Sebenernya lebih dari 13 meter sih, tapi sisanya mungkin ketinggalan di laut. Manajer Te Papa, Jane Kieg bilang kalo makhluk ini ditemuin uda dalam kondisi rusak gara-gara suatu serangan. Liat aja cuminya bonyok-bonyok gitu kan?
Manajer dari Department of Conservation Wellington, Rob Stone mengidentifikasi cumi ini sebagai cumi kolosal. Menurutnya juga ini adalah kali pertama cumi sebesar ini terdampar di sana..
Bangkai yang terdampar ini sendiri ga terlalu spesial sih.. Yang bikin ini misterius adalah: Apa sih yang nyerang cumi ini sampe terdampar dalam kondisi rusak.
Yang punya blog bilang kalo mungkin hal ini di karenakan paus sperma, karena hewan ini sering di sebut-sebut sebagai predator alami yang suka memakan cumi raksasa.Dan dia idup di perairan selandia baru.. Di perairan yang sama dimana cumi kolosal juga idup. Berarti cumi naas tadi abis kegigit paus sperma dan akirnya terdampar.
Para ilmuwan terkejut begitu mengetahui bahwa alat kelamin makhluk ini punya panjang yang sama dengan tubuhnya. Ini merupakan makhluk dengan alat kelamin terpanjang di dunia bila dibandingkan dengan porsi tubuhnya.
Adalah Dr Alexander Arkhipin, pakar perikanan laut dalam dari Departemen Perikanan Pemerintah Kepuluauan Falkland (Malvinas) yang berbasis di Stanley, yang menemukan seekor cumi-cuma raksasa sedang ereksi ini.
Panjang alat kelamin cumi-cumi jantan itu sepanjang tubuhnya sendiri, termasuk lapisan bagian luar tubuh, kepala, dan tentakelnya. Ini merupakan kali pertama bagi ilmuwan tersebut mengetahui adanya alat kelamin jantan yang jika sedang ereksi maka panjangnya bisa sama dengan tubuh binatang yang dimaksud.
Cumi-cumi jenis laut dalam itu menggunakan penisnya untuk membuahi dengan cara menyemprotkan sperma ke dalam tubuh cumi-cumi betina. Peneliti Malvinas melihat bagaimana cumi raksasa melaksanakan kawin di dalam laut.
"Cumi-cumi dewasa itu ditangkap pada sebuah penelitian di laut dalam di Pantagonia. Kami mengambil cumi-cumi itu dari alat penangkap dalam keadaan hampir mati, sementara tentakelnya masih bergerak, dan alat kelamin di kulitnya mengecil dan membesar," kata Dr Alexander dikutip BBC, Rabu (7/7/2010).
Ketika peneliti membuka cumi-cumi itu, tampak ada alat kelamin yang hanya sedikit mencuat dari bagian tubuhnya. Tiba-tiba, alat kelamin itu mengalami ereksi. Anehnya, dokter tersebut memaparkan bahwa alat kelamin itu cepat memanjang mencapai 67 cm atau sama dengan panjang tubuhnya secara keseluruhan.
Para pakar biologi lebih banyak mengetahui kebiasaan kawin kelompok cephalopods atau kelompok cumi-cumi laut dangkal dan gurita.
Cumi-cumi menggunakan lapisan badan bagian luarnya untuk bergerak dengan dorongan semprotan air dan untuk bernapas. Makhluk-makhluk ini juga harus menyembunyikan organ-organ seksualnya dalam struktur tubuhnya itu. Hal inilah yang bisa memicu cumi-cumi jantan menyemprotkan sperma ke tubuh betina.
Bagaimana ikan ini bisa menyalurkan spermanya keluar bagian luar tubuhnya itu, dan bagaimana pula sperma tersebut bisa tetap berada di sana sementara air dengan deras mengalir melalui rongga lapisan tubuh bagian luar sehingga cumi-cumi betina bisa pula bergerak dan bernapas?
Kelompok cumi-cumi air dangkal memiliki satu tentakel khusus untuk melakukan tugas itu. Cumi-cumi jenis air dangkal ini memiliki alat kelamin berukuran pendek yang menghasilkan sperma, kemudian salah satu dari delapan tentakelnya mengalihkan sperma ini ke bagian penerima cumi-cumi betina.
Bagian penyimpan sperma ini terletak di badan kulit dan bagian dalam. Sementara itu, cumi-cumi air dalam menggunakan metode yang lebih primitif, yang melibatkan penyemprotan sperma ke dalam tubuh cumi-cumi betina.