Hatta Rajasa Sanggupi Permintaan Bocah Jagoan TI
Bocah Imut Asal China Yang Sedang Diburu Para Netter
Cara Melatih Giuliano & Claudiu, Bocah Terkuat di Dunia
Tampak badan kekar disertai otot-otot yang muncul dari tubuh Giuliano yang baru berusia enam tahun. Bersama dengan adiknya Claudiu yang baru berusia empat tahun, mereka berlatih angkat beban selama dua jam setiap harinya. Mereka telah menjalani latihan beban ini semenjak berusia dua tahun. Demikian diberitakan The Sun, Kamis (21/10/2010).
Olahraga ini dikenalkan kepada mereka berdua oleh sang ayah, Iulian. Tentunya juga dengan izin dari sang Ibu Ileana. Keduanya pun menguasai teknik yang dibiasa disebut “flag” atau bendera. Teknik ini mengharuskan mereka berpegangan dua tangan pada tiang, dan menangkat kedua kakinya sejajar dengan tangan. Teknik ini tampak membuat Giulano seperti sebuah bendera yang berkibar ditiup angin. Tentunya dengan kondisi tubuh yang kuat sepertinya, mudah saja baginya untuk melakukan hal tersebut.
Sang ayah sendiri mendorong kedua anaknya untuk memiliki tubuh bak binaragawan ini tanpa sebab. Ia menginginkan mereka menjadi terkenal seperti bintang laga yang kini menjabat Gubernur California, Amerika Serikat (AS) Arnold Schwarzenegger.
source: unikaja.com/2010/10/baginilah-cara-latihan-bocah-terkuat-di.html#axzz13PunaqKM
Bocah Kura-kura Asal China Hebohkan Dunia
Bocah asal China, Maimaiti Hali harus menderita bertahun-tahun akibat kelainan fisik yang dia derita. Di punggungnya, tumbuh sel kulit keras yang makin besar, hingga berbentuk seperti tempurung.
Ayahnya, Maimaiti Musai mengaku senang dengan hasil operasi itu. Sebenarnya, keluarganya berharap operasi bisa dilakukan sejak lama.
Kulit yang berbentuk tempurung itu sebenarnya bagian kulit di punggung Maimaiti Hali (8) yang mengeras. Operasi pengangkatan itu memakan waktu dua jam. Hali yang berasal dari Heping, bagian utara China ini disebutkan terlahir dengan kondisi semacam itu.
Dikarenakan usianya masih muda, operasi pengangkatan belum bisa dilakukan hingga usianya mencapai 8 tahun.
"Orang-orang sering mengejek dia sebagai 'anak kura-kura' tapi saya bangga dengan Maimaiti Musai sebab ia adalah anak yang tabah dan pemberani. Kami senang dia kini dapat hidup dengan normal," ujar ayah si bocah, Maimaiti Musai.
"Orang-orang selalu mengejeknya -- kami ingin segera mengakhiri derita psikologis anak kami," tambah dia.
Kepala tim dokter yang mengoperasi Maimaiti, Ye Xiangpo mengatakan, kulit yang diangkat dari punggung Maimaiti tebal seperti kulit banteng.
Untuk menggantikan kulit yang diambil, dokter mencangkok kulit kepala dan tangan Maimaiti. "Kulit kepala bisa tumbuh dengan cepat. Kami berharap dia bisa sembuh total," kata dia.
Sementara, Maimaiti Hali mengaku senang deritanya sudah diangkat. "Sakit sih, tapi sedikit. Yang penting aku tidak khawatir diejek teman-teman lagi," kata dia.
"Aku sudah tidak sabar, bermain tanpa harus memakai kaus, juga berenang telanjang bersama teman-teman.". (ar/vs/hg)
Saling Cinta, Pasangan Balita Ini Bertunangan
Kata orangtuanya, Khalid dan Hala memutuskan pertunangan itu atas kehendak bebas mereka meskipun mereka baru akan menikah setidaknya 10 tahun lagi.
"Dia bilang, anak perempuannya menunjukkan gejala serupa karena merasa sendiri, dan keluarganya akan sangat bahagia jika mereka bertunangan," lanjut Juma.
source: internasional.kompas.com/read/2010/10/22/04422697/Saling.Cinta..Bocah.Imut.Ini.Bertunangan-8
Bocah 2 Tahun Si Perokok Berat Kini Sudah Sembuh
Balita 2 tahun Aldi Rizal yang sudah menggemparkan dunia karena kecanduan berat rokok hingga mampu menghabiskan 40 batang rokok sehari itu kini akhirnya sudah sembuh setelah menjalani rehabilitasi pemulihan di Komisi Perlindungan Anak yang dimotori oleh kak Seto Mulyadi. Kini Bocah yang berasal dari Musi Banyuasin Sumatera Selatan sudah bisa hidup tanpa asap rokok.
Di ajang World Summit on Media for Children and Youth yang digelar di Karlstad, Swedia, Juni lalu, pria yang lebih akrab dipanggil Kak Seto itu, kerap ditanyai para peserta negara lain tentang kondisi terakhir Ardi. Bagi mereka, bayi 2 tahun yang melahap 40 bungkus rokok per hari, adalah sesuatu hal yang sangat memprihatinkan. Sebisa mungkin Kak Seto memberi pengertian bahwa Indonesia sangat serius untuk menangani kasus Ardi. Belakangan orang tua Ardi juga merelakan anaknya untuk direhabilitasi di kediaman Kak Seto di Jakarta.
Tidaklah berlebihan bila dunia luar menyoroti kasus Aldi Rizal ini, karena beritanya sudah beredar kemana mana di media luar negeri dan menjadi headline utama media terkenal dunia, sehingga pemerhati masalah keanakan sangatlah serius dan menaruh perhatian padanya agar bisa segera pulih kembali.
Menurut Kak Seto, Ardi adalah anak yang cerdas dan bisa diberikan pengertian. “Ardi bahkan sudah bisa menyarankan orang lain untuk tidak merokok,” kata Kak Seto menjelaskan. Awal bulan September ini Aldi sudah pulih seperti sedia kala dapat hidup tanpa rokok sama sekali.
Dengan menggunakan metode social learning, Kak Seto berhasil mengalihkan keinginan Ardi untuk menghisap rokok dengan berbagai aktivitas permainan. Mulai dari bermain ayunan, perosotan, berlari, menggambar, dan berbagai kegiatan yang mengasyikkan dengan anak-anak lain seusia Ardi.
Menurut Kak Seto, ternyata permasalahan utama yang menyebabkan Ardi mengalami kecanduan rokok adalah lingkungan dan kekosongan aktivitas.
Oleh karenanya, Kak Seto merekomendasikan agar sepulangnya Ardi ke rumah, ia dikondisikan untuk tetap berada di lingkungan bebas asap rokok dan ia dimasukkan ke dalam kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurut Aris Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Menurutnya, hingga kini peraturan yang diperlukan untuk mengatur pembatasan wilayah merokok, kampanye dan promosi rokok, serta pembatasan produksi rokok, masih mandek di tangan pemerintah, dalam hal ini Kementrian Kesehatan.
Padahal, UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang disahkan Oktober lalu, mengamanatkan segera disahkannya Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif tersebut, maksimal setahun sejak disahkannya UU Kesehatan.
Menurut Aris, ada beberapa hal penting yang diperlukan dalam peraturan ini. Yang paling penting adalah pembatasan iklan rokok. Menurut dia, selama ini iklan-iklan rokok di Indonesia secara spesifik berhasil mengeksploitasi anak-anak yang berusia muda sebagai pemakai pemula.
“Anak-anak adalah investasi industri rokok, yang akan menggantikan para pecandu rokok yang berhenti di usia tua. Maka, promosi dan iklan rokok ini memang sengaja menggempur mereka, berkedok sponsor di bidang musik, olahraga dan kegiatan-kegiatan lain,” kata Aris.
Ekspresi Bocah-bocah Saat Pertama Kali Pangkas Rambut
Uahaha... keknya menderita bgt ya.. :D
wew, ada juga yang takut n menangis ternyata...
















source: ide-gue.blogspot.com/2010/08/ekspresi-bocah-bocah-ketika-pertama.html
Labels:
artikel,
berita,
Bocah,
Ekspresi,
info,
informasi,
Ketika,
Pertama Kali,
Potong Rambut
0
comments
Berlangganan
Klik disini untuk berlangganan melalui RSS atau terima artikel di email anda dengan cara mengisi form berikut:









